Ariyana
STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOMARANNU Salmia Syam; Ariyana
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja mulai dari bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan tanpa tambahan cairan atau tambahan makanan padat. Bayi yang berumur 0-6 bulan mutlak memerlukan ASI karena memenuhi 100% kebutuhan bayi akan zat gizi, setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan lebih banyak zat gizi dan ASI hanya menopang 60-70% kebutuhan gizi kepada bayi sehingga bayi memerlukan makanan pendamping lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomarannu dengan menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner melalui wawancara langsung kepada responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling (51 sampel). Data diolah dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan disertai pembahasan. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa pengetahuan (p= 0,002 yang berarti lebih kecil α = 0,05), pekerjaan (p = 0,003 yang berarti lebih kecil α = 0,05), dan peran petugas kesehatan (p= 0,001 yang berarti lebih kecil α = 0,05) memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif sedangkan peran ayah (p= 0,095 yang berarti lebih besar α = 0,05) dalam penelitian ini tidak memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, pemberian dukungan suami terhadap upaya pemberian ASI eksklusif, dukungan petugas kesehatan yang berperan dalam memberikan penyuluhan kepada ibu dan keluarga dalam mendukung upaya pemberian ASI secara eksklusif.
KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Hendriyani Syam; Ariyana
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 2 No. 1 (2017): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan post partum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam masa 24 jam setelah anak lahir (Ambarwati 2009). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu dengan kejadian perdarahan post partum Di Rumah Sakit Umum Pangkajene Dan Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode penelitian retrospektif, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mengalami perdarahan post partum di rumah sakit umum pangkajene dan kepulauan sebanyak 69 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklist. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan computer program Microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 20. Analisis data dengan analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, untuk mengetahui karakteristik ibu dengan kejadian perdarahan post partum di rumah sakit umum pangkajene dan kepulauan. Hasil analisis univariat di dapatkan hasil umur ibu post partum yang tidak resiko tinggi lebih banyak mengalami perdarahan dibanding dengan ibu yang resiko tinggi, paritas ibu yang tidak resiko tinggi lebih banyak mengalami perdarahan di bandingkan dengan paritas ibu yang tidak berresiko tinggi, dan dan ibu post partum yang mengalami perdarahan yang melakukan mobilisasi dini lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak melakukan mobilisasi dini. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ibu yang mengalami perdarahan post partum antara yang beresiko tinggi dan tidak beresiko tinggi pada umur, paritas dan mobilisasi dini Di Rumah Sakit Umum Pangkajene Dan Kepulauan semua rentang mengalami perdarahan post partum.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN ANC PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BOWONG CINDEA KAB. PANGKEP Salmia Syam; Ariyana
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ante Natal Care adalah asuhan yang diberikan kepada ibu hamil sejak konfirmasi konsepsi hingga awal persalinan. Kepatuhan adalah perilaku ibu hamil dalam melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan, dimana ibu dikategorikan patuh apabila melakukan pemeriksaan kehamilan pada jadwal kunjungan yang dianjurkan oleh bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten Pangkep tahun 2017-2018. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 orang ibu hamil dengan menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Cara pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi pada ibu yang melakukan pemeriksaan ANC. Kemudian data disajikan dengan menggunakan Uji Chi Square dengan melihat Asymp. Sig (2-sided) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 pada SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan, dukungan keluarga, status ekonomi terhadap kepatuhan pelaksanaan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten Pangkep. Kesimpulan yang bisa diambil adalah faktor pengetahuan, dukungan keluarga, status ekonomi terhadap kepatuhan pelaksanaan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten Pangkep