Nabila Wahid
STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN KEJADIAN MENOPAUSE PADA IBU DI PUSKESMAS LAU MAROS Nabila Wahid
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause adalah penghentian haid atau periode haid terakhir pada kehidupan seorang perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dan pil dengan kejadian menopause pada Ibu di Puskesmas Lau Maros. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasi analitik dengan metode cross sectional, populasi dalam penelitian ini wanita yang berumur 45 – 55 tahun sebanyak 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan 35 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan program statistic ( SPSS ) versi 16. Analisis data mencakup analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji fisher ( nilai kemaknaan 0.05 ). Hasil analisis bivariat didapatkan hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian menopause p< 0,05 ( p=046 ), dan hubungan antara penggunaan kontrasepsi pil dengan kejadian menopause p<0,05 ( p=0,005). Dari hasil penelitian terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dan kontrasepsi pil dengan kejadian menopause pada Ibu di Puskesmas Lau Maros, dimana pemakaian kontrasepsi hormonal mempunyai pengaruh memperlambat masa menopause.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN LUKA EPISIOTOMI DI RUMAH SAKIT UMUM PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Nabila Wahid
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 2 No. 1 (2017): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Episiotomi dapat diartikan sebagai insisi yang dibuat pada vagina dan perineum Episiotomi adalah mengiris atau menggunting perineum, menurut arah irisan ada tiga jenis episiotomi yaitu medialis, mediolaeralis, dan lateralis dengan tujuan agar supaya tidak terjadi robekan-robekan perineum yang tidak teratur untuk memperlebar bagian lunak jalan lahir sekaligus memperpendek jalan lahir. Beberapa faktor terjadinya episiotomi adalah faktor ibu, faktor anak, dan faktor penolong. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan (bidan dan perawat) dengan pelaksanaan perawatan luka episiotomi pada persalinan di ruang nifas Rumah Sakit Umum Pangkajene Dan Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat dan bidan yang bertugas di ruang nifas Rumah Sakit Umum Pangkajene Dan Kepulauan. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 orang, dengan sampel 41 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasilnya diolah menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Hasil bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0.017), sikap (p=0,003). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan lebih banyak memiliki pengetahuan cukup dalam pelaksanaan perawatan luka episiotomi, lebih banyak tenaga kesehatan memiliki sikap positif dalam pelaksanaan perawatan luka episiotomy.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PUSKESMAS KOTA PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Nabila Wahid
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi yang sehat, lahir dengan membawa cukup cairan di dalam tubuhnya .Kondisi ini akan tetap menjaga bahkan dalam cuaca panas sekalipun, bila bayi di beri ASI secara eksklusif ASI saja siang dan malam. Namun sayangnya , kebiasaan member cairan pada bayi selama 6 bulan pertama, itu periode pemberian ASI eksklusif , masih di lakukan banyak belahan dunia , yang berakibat buruk pada gizi dan keehatan bayi (Linkagesproject, 2002 di kutip oleh Maryunani, 2012). Rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI ) merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak .Seperti di ketahui bayi yang tidak diberi ASI ,Setidaknya hingga Usia 6 bulan, lebih rentan mengalami kekurangan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASi Eksklusif di RSU Pangkajene dan kepulauaan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan menggunakan rancangan “Cross Sectiona”. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang ibu dengan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif dengan menggunakan tehnik porpusive di dasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Kemudian data disajikan dengan menggunakan Uji Chi Square dengan melihat Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 pada SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadp pemberian ASI Eksklusif di RSU Pangkajene dan kepulauaan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah Tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASi Eksklusif merupakan faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Ekslusif.