Nas Haryati Setyaningsih
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keefektifan Model Osbron dan Cycle Learning dalam Pembelajaran Menganalisis Unsur-Unsur Cerita Pendek di Kelas XI Meissy Widyastuti; Nas Haryati Setyaningsih
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1: Mei 2021
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v10i1.45162

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menggunakan model Osbron dan Cycle Learning dalam pembelajaran menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek, pada peserta didik kelas XI SMA. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen desain quasi experimental. Penelitian dilakukan di SMA Mas’Udiyyah Bandungan dengan sampel kelas XI IPS 1 kelas eksperimen 1 perlakuan model Osbron dan kelas XI IPS 2 kelas eksperimen 2 perlakuan model Cycle Learning. Hasil uji-t eksperimen 1 model Osbron menunjukkan hasil signifikansi 0,000 < 0,05 Ha diterima, pembelajaran menggunakan model Osbron efektif. Hasil uji-t eksperimen 2 model Cycle Learning menunjukkan hasil signifikansi 0,000 < 0,05 Ha diterima, pembelajaran menggunakan model Cycle Learning efektif. Hasil uji-t tes akhir model Osbron dan Cycle Learning diperoleh nilai signifikansi 0,004 sehingga nilai signifikansi < 0,05 terdapat perbedaan signifikan. Rata-rata nilai tes akhir model Osbron 83,25 dan model Cycle Learning87,25 ada selisih 4,75. Disimpulkan model Cycle Learning lebih efektif daripada model Osbron dalam pembelajaran menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek di SMA. Kata kunci: cerita pendek; model osbron ; model cycle learning ABSTRACT The research aims to determine the effectiveness of learning process using the Osbron and Cycle Learning in learning process to analyze the building elements of short story towards the class XI high scholl participants. Quantitative research method with quasi exsperimental design. The research was conducted in SMA Mas’Uddiyah Bandungan with sample class 2 with cycle learning model treatment. The result of t-test of the eksperimental model 1 Osbron showed significant result 0,000 < 0,05 Ha accepted, Learning process with method effective. The result of t-test the experiment model 2 Cycle Learning showed significant result 0,000 < 0,05 Ha accepted, learning process with cycle learning method effective. The t-test result of the Osbron model and Cycle Learning model t-test obtained a significance value of 0,004 so the significance value <0,05 there is a significant difference. Average of the final Osbron Scores 83,25 and Cycle Learning model 87,25 there is a difference 4,75. Conclude than the Cycle Learning model is more effective than the Osbron model im learning process to analyze the elements that build shot story in high school. Keywords : short story, osbron model, cycle learning model
Desain Pembelajaran Virtual Mata Kuliah Apresiasi Prosa dengan Model Team Based Project Nas Haryati Setyaningsih; Meina Febriani; Azis Nugroho
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1: Mei 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i1.52935

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai aspek, perkuliahan yang mulanya bersifat luring bergeser menjadi pembelajaran jarak jauh berbasis virtual-daring. Hal tersebut juga berdampak pada mata kuliah Apresiasi Prosa yang dilaksanakan secara daring. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran daring tingkat ketercapaian penguasaan materi oleh mahasiswa hanya 50-75%. Di sisi lain, team based project merupakan model pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan kreatif, serta menghasilkan produk pada setiap mata kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan, (2) menemukan prinsip pengembangan, dan (3) mengonstruksi desain perkuliahan virtual berbasis team based project pada mata kuliah Apresiasi Prosa. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan penelitian, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi desain, dan (5) revisi desain. Model team based project dalam perkuliahan apresiasi prosa daring dikembangkan berdasarkan delapan prinsip, yakni: (1) prinsip motivasi, (2) menyenangkan, (3) pemodelan, (4) pembimbingan, (5) panduan, (6) pengalaman langsung, (7) pembiasaan, dan (8) keteladanan. Prinsip-prinsip pengembangan tersebut ditarik dari deskripsi kebutuhan pengembangan model. Desain model tersebut dikembangkan menjadi beberapa komponen yaitu: (1) bagian pengantar, (2) tujuan dan asumsi, (3) sintagmatik, (4) sistem sosial, (5) sistem reaksi, (6) sistem pendukung, dan (7) dampak instruksional dan pengiring. Desain model pembelajaran diimplementasikan dengan membuat perangkat model team based project dalam perkuliahan Apresiasi Prosa daring/virtual. Kata kunci: pembelajaran virtual, apresiasi prosa, model team based project Abstract The Covid-19 pandemic has had a major impact on various aspects, lectures that were originally offline have shifted to virtual-online-based distance learning. This also has an impact on the online Prose Appreciation course. Based on the results of monitoring and evaluation of online learning, the level of achievement of mastery of the material by students is only 50-75%. On the other hand, the team based project is a learning model that facilitates students to participate actively and creatively, as well as produce products in each course. This study aims to: (1) analyze needs, (2) find development principles, and (3) construct a team-based project-based virtual lecture design in the Prose Appreciation course. This study uses a research and development approach with the following steps: (1) research and data collection, (2) research planning, (3) product draft development, (4) design validation, and (5) design revision. The team-based project model in online prose appreciation lectures was developed based on eight principles, namely: (1) motivational principles, (2) fun, (3) modeling, (4) mentoring, (5) guidance, (6) hands-on experience, (7 ) habituation, and (8) exemplary. The development principles are drawn from the description of the needs of the model development. The design of the model was developed into several components, namely: (1) introductory part, (2) goals and assumptions, (3) syntagmatic, (4) social system, (5) reaction system, (6) support system, and (7) impact instructional and accompaniment. The learning model design is implemented by creating a team based project model device in online/virtual Prose Appreciation lectures. Keywords: virtual learning, prose appreciation, team based project model
Konstruksi Nilai Perjuangan Perempuan dalam Novel Ibu Doa yang Hilang dan Implikasinya sebagai Konten Pembelajaran Sastra yang Berperspektif Gender Meina Febriani; Nas Haryati Setyaningsih; Leo Fernando
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2: November 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i2.61914

Abstract

Perjuangan perempuan merupakan salah satu bentuk gerakan kesetaraan gender. Artikel ini bertujuan menjelaskan konstruksi bentuk perjuangan perempuan dalam novel Ibu Doa yang Hilang karya Bagas Dwi Bawono dan kesesuaiannya sebagai materi pembelajaran sastra yang berperspektif gender. Tokoh Ibu terjerat permasalahan gender berupa beban ganda dan stereotip dalam kehidupannya yang menjadikannya mengonstruksi nilai-nilai perjuangan perempuan, terutama dalam membesarkan anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten isi novel dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, khususnya kajian feminisme. Analisis data dilakukan dengan model alir dengan mencakup tiga alir terpadu, yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi. Penelitian ini menghasilkan bentuk-bentuk perjuangan perempuan dalam konstruksi gender dan kesesuaian novel Ibu Doa yang Hilang sebagai materi pembelajaran sastra yang juga bergayut pada prinsip-prinsip materi pembelajaran sastra berperspektif gender yang melatarinya. Bentuk-bentuk perjuangan perempuan antara lain perjuangan melawan stereotip dan menanggung beban ganda dalam ranah publik maupun domestik. Novel Ibu Doa yang Hilang berpotensi sebagai materi ajar yang berperspektif gender apabila dilihat berdasarkan kriteria kesahihan (bentuk dan isi) dan kesesuaian. Kata kunci: perjuangan perempuan, pembelajaran sastra, perspektif gender, novel Ibu Doa yang Hilang Abstract Women's struggle is a form of gender equality movement. This article aims to explain the construction of the form of women's struggle in the novel Ibu Doa yang hilang by Bagas Dwi Bawono and its suitability as a literary learning material with a gender perspective. Mother's character is entangled in gender issues in the form of double burdens and stereotypes in her life which make her construct the values ​​of women's struggles, especially in raising their children. This study uses a qualitative approach through analysis of the content of the novel by using a sociology of literature approach, especially feminism studies. Data analysis was carried out using a flow model that included three integrated flows, namely: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) verification. This study resulted in the forms of women's struggle in gender construction and the suitability of the novel Ibu Doa yang Hilang as a literary learning material which also relies on the principles of literary learning materials with a gender perspective as the background. The forms of women's struggle include the struggle against stereotypes and bear double burdens in the public and domestic spheres. Ibu Doa yang Hilang novel has the potential to be a teaching material with a gender perspective when viewed based on the criteria of validity (form and content) and reliability. Keywords: women's struggle, literary learning, gender perspective, the novel Ibu Doa Yang Hilang