Annisa Oktari Erfi
Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Kelompok Pendukung Ibu “Kasih Sayang” Dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu, Bayi Dan Balita Di Posyandu Baugenville Di Wilayah Kepulauan Tanjungpinang Asmarita Jasda; Elsa Gusrianti; Annisa Oktari Erfi
SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2023): SEGANTANG LADA : JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/segantang.v1i1.100

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek yang prioritas untuk diperhatikan. Masa depan anak sangat ditentukan oleh kesehatan sejak dalam kandungan dan pada masa balitanya. Kesehatan ibu hamil perlu diperhatikan mengingat masih banyaknya kejadian komplikasi pada kehamilan dan persalinan seperti kemampuan perawatan bayi baru lahir, pemenuhan ASI ekslusif dan gizi seimbang pada balita sangat penting diperhatikan untuk menjamin kesehatan dan perkembangannya. Banyaknya angka kejadian kematian ibu yakni 98 per 100.000 kelahiran hidup (41 kematian ibu/41.689 kelahiran hidup dikali konstanta 100.000) masih didominasi oleh penyebab langsung sebesar 73% yaitu perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2019 pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya mencapai angka 30,2%. Untuk kota Tanjungpinang, presentase pemberian ASI Eksklusif hanya 22,17%. Objek pada pengabmas ini adalah ibu yang memiliki bayi. Metode yang digunakan adalah dilakukan pelatihan kelompok pendukung ibu “kasih sayang” dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi dan balita yaitu pijat oksitosin bertujuan untuk memperlancar ASI dengan cara non farmakologis, pijat bayi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran fisik, kekuatan otot-otot, membuat persendian lebih lentur dan menstimulasi banyak nervous pada bayi, serta deteksi tumbuh kembang bermanfaat untuk mendeteksi secara dini jika ditemukan masalah pada anak. Berdasarkan hasil pengabmas menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para ibu kader KP Ibu Kasih Sayang Posyandu Baugenville tentang pijat oksitoksin untuk memperlancar ASI, Deteksi tumbang dan Pijat bayi. 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL KOMI UNTUK KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI KOTA TANJUNGPINANG Asmarita Jasda; Elsa Gusrianti; Annisa Oktari Erfi
Optimal Nursing Journal Volume 3 No 1 Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/m1sh9357

Abstract

Introductions : Maternal mortality in Indonesia remains high, primarily driven by complications such as preeclampsia, hemorrhage, and infection. Delays in recognizing clinical danger signs often occur at the community level, necessitating the active involvement of Posyandu (integrated health post) volunteers in early detection through routine monitoring of pregnant women. However, limited knowledge and technical skills among these volunteers in identifying such signs remain a significant obstacle. The KOMI (Maternal Complications) Module was developed as a systematic, practice-based educational tool providing comprehensive information on pregnancy danger signs to enhance volunteers' ability to perform early detection accurately and promptly. Methods : This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 60 Posyandu volunteers in Tanjungpinang City, divided into intervention and control groups. The intervention group received intensive training using the KOMI module, while the control group did not. Data were collected using structured questionnaires to measure knowledge and early detection capabilities before and after the intervention. Statistical analysis was performed using paired t-tests and independent t-tests. Results : The findings demonstrate that utilizing the KOMI module significantly improved both the knowledge and detection skills of volunteers. A statistically significant increase was observed within the intervention group following the implementation (p < 0.006). Furthermore, the average posttest scores of the intervention group were significantly higher than those of the control group. Discussion : Structured and practical module-based educational interventions serve as effective strategies for strengthening community-level health capacity. Improved early detection allows volunteers to mitigate delays in recognizing danger signs a critical factor in maternal mortality. As the frontline of community maternal monitoring, empowering volunteers is essential for better health outcomes.