Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas IV SDN 101540 Mangaledang Lama terhadap materi PAI. Indikator peningkatan motivasi belajar peserta didik terlihat dari bertambahnya semangat dan antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, tidak tampak adanya rasa malas dan letih dari roman muka peserta didik, mereka selalu menampakkan rasa gembira dan senang selama mengikuti pembelajaran, selalu berusaha menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang telah ditentukan, serta besarnya rasa ingin tahu mereka yang diaplikasikan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan apabila ada materi yang kurang dipahami oleh mereka. Peningkatan motivasi terlihat dari yang semula nilai rata-rata pra siklus 58.6 meningkat menjadi 73.96 atau meningkat sekitar 24.67% padasiklus I, pada siklus II lebih meningkat menjadi 90.2 atau sekitar 21.95%. Dengan meningkatnya motivasi belajar peserta didik, maka prestasi belajar merekapun juga meningkat, yang semula nilai rata-rata pra siklus 68,40 meningkat menjadi 74,5 atau sekitar 8.91% pada siklus I, pada siklus II lebih meningkat lagi menjadi 81,98 atau meningkat sekitar 9,79 %. Penerapan pembelajaran kontekstual yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI di Kelas IV SDN 101540 Mangaledang Lama adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip penerapan pembelajaran kontekstual secara konsisten. Prinsip kontekstual yaitu pembelajaran sesuai dengan kewajaran perkembangan mental peserta didik, membentuk kelompok belajar yang saling tergantung, menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri, mempertimbangkan keragaman peserta didik. Langkah-langkah dalam pembelajaran ini, pertama membentuk kelompok belajar menjadi sembilan kelompok, langkah kedua tiap kelompok melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru yaitu saling membantu menguasai materi pembelajaran melalui tanyajawab atau diskusi antar sesama anggota kelompok, kemudian secara bergiliran masing-masing kelompok memberikan pengalaman belajar (hasil diskusi) di depan kelas, dan memberi kesempatan pada kelompok lain yang tidak maju ke depan untuk bertanya. Sedangkan tugas guru dalam pembelajaran ini adalah memberikan dorongan tentang manfaat materi pelajaran yang dipelajari, terutama pada kelompok yang pasif, memotivasi peserta didik agar lebih berani mengungkapkan gagasannya, memacu peserta didik agarlebih banyak membaca buku, dan lain-lain.