Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah pembelajaran yang bersifat demokratis, mendorong aktivitas dan kreativitas siswa, menantang, mengundang kemampuan berfikir tingkat tinggi bermakna, berbasis nilai dan menyenangkan. Sehingga dengan pembelajaran seperti ini diharapkan siswa berminat mengikuti pembelajaran dan dapat memahami dengan baik konsep-konsep yang diajarkan. Akan tetapi dalam proses pembelajaran pembelajaran PPKn menjadi membosankan karena sarat dengan materi sehingga siswa sering lupa akan materi yang sudah diajarkan oleh guru. Oleh sebab itu diperlukan sebuah model yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kesulitan peserta didik dalam memahami materi. Model yang digunakan adalah model kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). pelajaran PPKn dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. pada siklus I jumlah siswa yang tuntas adalah 19 siswa (63,3%) dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah 25 siswa (83,3%). Berdasarkan ketentuan ketuntasan klasikal hasil belajar dinyatakan tuntas apabila sudah mencapai 75% dan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar sudah mencapai ketuntasan sebesar 83,3% jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn siswa dinyatakan tuntas. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa Pada siklus I rata-rata hasil belajar 69,46 dengan kategori sedang, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,88 dengan perolehan nilai 81,34 dengan kategori tinggi. Berdasarkan perolehan hasil belajar siswa ini, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.