Aprillia Palupi
SMKN Bansari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“SAMBELADO” SEBAGAI MODEL PENDAMPINGAN PENGAJAR PRAKTIK CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 2 Aprillia Palupi
Education Transformation: Jurnal Ilmiah Insan Pendidikan Vol 1 No 1 (2023): Education Transformation
Publisher : BBGP Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidik memiliki peran besar dan tanggung jawab dalam menentukan keberhasilan masa depan peserta didik melalui kegiatan pembelajaran. Pendidik yang berkualitas harus mampu memberdayakan seluruh potensi yang ada di sekitarnya untuk menjalankan peran dan tanggung jawab tersebut. Untuk menjalankan peran dan tanggung jawab besar  tersebut, maka seorang pendidik perlu mendapatkan pengalaman dan pendidikan yang berkualitas Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas adalah dengan melakukan pengembangan diri. Salah satu langkah tepat untuk melakukan pengembangan diri dengan mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak. Pendidikan  guru penggerak merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidik. Para pendidik bisa terlibat dalam berbagai peran antara lain sebagai guru penggerak, pengajar praktik, fasilitator ataupun instruktur. Dengan terlibat sebagai pengajar praktik dalam kegiatan pendidikan guru penggerak, mampu meningkatkan pengalaman berinteraksi secara langsung dengan calon guru penggerak serta warga di sekolah calon guru penggerak  yaitu kepala sekolah, pendidik dan peserta didik. Dengan kegiatan pendampingan, pengajar praktik bisa mengetahui secara langsung apa permasalahan yang dihadapi calon guru penggerak, sehingga bisa bersama mendiskusikan sebagai langkah aksi nyata perbaikan yang akan dilakukan. Strategi yang dilakukan dalam pendampingan pengajar praktik menggunakan model “Sambelado”. Sambelado adalah akronim dari sambangi, bertanya, lakukan aksi nyata, doakan sukses. Dengan menyambangi atau mendatangi melakukan visitasi ke sekolah, bertanya kepada warga sekolah (kepala sekolah, pendidik, peserta didik), mendampingi calon guru penggerak untuk melakukan aksi nyata diharapkan sukses melakukan perubahan positif disekolahnya. Akhirnya  dengan doa dan usaha yang dilakukan bisa mengembangkan pendidikan. Hasilnya guru penggerak yang didampingi mampu menghasilkan karya praktik baik yang membawa perubahan positif disekolah melalui sanggar tari “Patra kanaka cindara”, program literasi sekolah “Irama”, program cinta tembang mocopat “Cepat”, dan program membuat media belajar ramah lingkungan “Mebel railing”.