Imunisasi dalam sistem kesehatan nasional adalah salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita, sementara cakupan imunsasi campak di Indonesia hanya 80,1% masih dibawah target UCI tahun 2014 95% artinya angka dibeberapa daerah masih rendah, di Lampung 89,3%, di desa Bumi Restu dalam kurun waktu tiga tahun terahkir cakupan imunisasi campak mengalami penurunan tahun 2011 79%, tahun 2012 64,9% dan tahun 2013 57,8%. Dibandingkan dengan desa lainnya,angka cakupan tersebut adalah yang paling rendah dan belum memenuhi target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan pemberian imunisasi campak pada bayi. Hasil penelitian didapatkan proporsi ibu yang tidak melakukan pemberian imunisasi campak 41,79%, proporsi pengetahuan kurang 50,75%, proporsi sikap tidak mendukung 35,82%, dan proporsi suami tidak mendukung 47,76%. Hasil analisis bivariate hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak diperoleh p-value = 0,000, hubungan sikap dengan pemberian imunisasi campak diperoleh p-value =0,000 dan hubungan dukungan suami dengan pemberian imunisasi campak diperoleh p-value = 0,000. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan pemberian imunisasi campak. Saran kepada petugas kesehatan di Puskesmas Tatakarya khususnya pustu Bumi Restu hendaknya dapat meningkatkan program promosi kesehatan khususnya tentang imunisasi campak pada ibu ibu saat melakukan posyandu untuk menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian imunisasi campak.