Fitarina Fitarina
Program Studi Keperawatan Kotabumi Poltekkes Kemenkes Tajungkarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kotabumi II Lampung Utara Fitarina Fitarina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.268

Abstract

Propinsi Lampung tercatat sebagai peringkat pertama di wilayah Sumatra untuk jumlah penderita anemia. Tingginya kejadian anemia pada ibu hamil di Provinsi Lampung yaitu sebanyak 67%, angka itu lebih tinggi dari angka anemia gizi nasional yang hanya sekitar 63,5%.  Penyebab anemia gizi meliputi ketidacukupan makanan, infeksi, diet makanan tidak adekuat, sanitasi lingkungan dan makanan yang buruk layanan kesehatan yang buruk dan perdarahan akibat menstruasi, kelahiran ,malaria, dan sebab mendasar meliputi pendidikan yang rendah dan ekonomi yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  antara umur, jarak kehamilan,asupan makanan, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, penghasilan /pendapatan, akses pelayanan kesehatan dan informasi kesehatan dan faktor yang paling dominan dengan kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Kotabumi II. Jenis penelitian analitik kuntitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah Puskesmas Kotabumi II sebanyak 116 orang. Hasil perhitungan sampel diperoleh jumlah sampel sebanyak 87 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil pembahasan diperoleh ibu hamil yang mengalami anemia yaitu sebanyak 64 (73,6%),  Sedangkan faktor yang berhubungan dengan kejadaian anemia ibu hamil adalah umur  (p value =0,025),  jarak kehamilan  (p value =0,018),  asupan makanan  (p value =0,000),  pengetahuan, (p value =0,002), pendapatan (p value =0,014),   dan faktor yang tidak berhungan dengan anemia adalah akses pelayanan kesehatan  (p value =0,532), informasi kesehatan (p value =0,0561),  pekerjaan (p value =0,93), sedangkan  faktor yang paling dominan terjadinya anemia ibu hamil di Puskesmas Kotabumi II adalah asupan makan   dengan p value =0,001  dan  OR= 13,68 (CI 3,112 – 60,25). Saran dalam penelitian agar keluarga  memberikan dukungan dalam bentuk pengawasan minum obat tablet tambah darah dan menghimbau kepada petugas kesehatan di Puskesmas agar memberikan makanan tambahan pada ibu hamil setiap melakukan pemeriksaan kehamilan serta promosi kesehatan tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil.