Latar Belakang: Keluarga kontak serumah merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami penularan tuberkulosis karena memiliki intensitas kontak yang tinggi dengan penderita. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan masih menjadi tantangan dalam upaya memutus rantai penularan di lingkungan keluarga. Media video edukasi dipandang mampu meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan melalui penyampaian informasi yang lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah diingat. Tujuan: Menganalisis efektivitas video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga kontak serumah. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan, sikap, dan praktik dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa video edukasi menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Video edukasi memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan pengetahuan (p=0,007), sikap (p=0,001), dan praktik pencegahan penularan tuberkulosis (p<0,001). Seluruh variabel menunjukkan peningkatan skor setelah intervensi diberikan. Kesimpulan: Video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga kontak serumah sehingga berpotensi menjadi media promosi kesehatan yang dapat diintegrasikan dalam program pengendalian tuberkulosis di tingkat pelayanan kesehatan primer.