Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA DOSEN DI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES TANJUNGKARANG Ika Oktaviani; Weliyati Weliyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.180

Abstract

Keberhasilan Dosen di institusi pendidikan kebidanan dalam kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh kinerja dosen sebagai tenaga pendidik. Jika kinerja dosen baik maka hasil proses belajar mengajar akan baik pula, sehingga berdampak signifikan terhadap mutu lulusan kebidanan yang dihasilkan dan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja Dosen di Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang Tahun 2014.  Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah  seluruh Dosen di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang berjumlah 49 orang. Pengambilan sampel menggunakan total populasi. Pengumpulan data menggunakan  kuesioner.  Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat (pearson correlation). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kinerja Dosen  adalah variabel beban kerja (p= 0,050; koefisien korelasi -0,287), motivasi kerja nilai (p=0,002; koefisien korelasi 0,443) dan kepuasan kerja (p=0,000; koefisien korelasi 0,494). Perlu dilakukan pengurangan beban kerja dan pemerataan beban kerja yang disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan dan keahlian, serta upaya peningkatan motivasi dan kepuasan kerja dengan memberikan reward moril, kemudahan peningkatan pendidikan dan kesempatan pelatihan.
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS PADA IBU BERSALIN DENGAN KEHAMILAN SEROTINUS DI RSUD A. YANI KOTA METRO 2010 Nova Bela Yasinta; Yuliawati Yuliawati; Weliyati Weliyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i1.703

Abstract

Abstrak. Frekuensi kejadian kehamilan serotinus berkisar 5-15%, di Lampung pada tahun 2010  adalah sebesar 34%, di Metro sebesar 31,19%, sedangkan di RSUD A. Yani pada tahun 2008 adalah 7,3%, meningkat sebesar 10%  pada tahun 2009. salah satu komplikasi yang terjadi pada persalinan dengan kehamilan serotinus adalah Asfiksia. Angka kematian bayi karena asfiksia di Lampung ada 34,19%, di Kota Metro ada 21,9%, sedangkan di RSUD A.Yani mengalami peningkatan dari tahun 2008 ada 7% menjadi 7,3% pada tahun 2009. Faktor yang menyebabkan kehamilan serotinus antara lain faktor usia dan paritas.  Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan paritas ibu bersalin dengan kehamilan serotinus di RSUD Jendral Ahmad Yani Metro tahun 2010. Jenis penelitian kwantitatif, metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 781 ibu bersalin di Ruang Kebidanan RSUD A. Yani Kota Metro Tahun 2010. Sampel ditentukan dengan tingkat kesalahan 5% sehingga diperoleh sampel 265 ibu bersalin, pengambilan data sekunder dengan sampel menggunakan metode sistematik random sampling, cara pengumpulan data dengan studi dokumentasi menggunakan Check List. Analisis data yang digunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian di RSUD Ahmad Yani tahun 2010 diperoleh proporsi ibu bersalin kehamilan serotinus 13,3%, proporsi usia reproduksi tidak sehat 26,4%, proporsi paritas resiko tinggi 32,5%, Hasil analisis hubungan usia pada ibu bersalin dengan kehamilan serotinus diperoleh nilai p value = 0,031, sedangkan hubungan usia pada ibu bersalin dengan kehamilan serotinus diperoleh nilai p value = 0,020. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara usia pada ibu bersalin dengan kehamilan serotinus dan ada hubungan yang bermakna antara paritas pada ibu bersalin dengan kehamilan serotinus. Saran meningkatkan kualitas pelayanan ANC, meningkatkan penyuluhan program KB, meningkatkan penyuluhan kehamilan serotinus, pilihan rujukan segera.