Pemantauan pertumbuhan balita di posyandu merupakan kegiatan dalam upaya deteksi dini munculnya masalah gizi pada balita. Capaian pemantauan pertumbuhan balita yang dilakukan oleh kader posyandu ternyata masih belum memuaskan karena cakupan D/S dan N/D masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kualitas pemantauan pertumbuhan balita oleh kader di Posyandu di Kelurahan Kedaton Kota Bandar Lampung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan jumlah responden 72 orang kader posyandu (total populasi). Sebagai variabel dependen adalah kualitas pemantauan pertumbuhan balita, sedangkan variabel independen adalah cara menimbang, cara mencatat hasilpenimbangan, dan cara menginterpretasikan hasil penimbangan. Data dikumpulkan dengan menggunakan daftar pertanyaan terstruktur (kuesioner) dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,7% dari seluruh kader yang diteliti ternyata kualitas pemantauan pertumbuhan yang dilakukannya tergolong tidak baik, terdapat hubungan yang bermakna antara cara menimbang balita dengan kualitas pemantauan pertumbuhan (p = 0,014), ada hubungan yang bermakna antara cara mencatat/plotting hasil penimbangan dengan kualitas pemantauan pertumbuhan (p = 0,044), dan ada hubungan antara cara menginterpretasikan hasil penimbangan dengan kualitas pemantauan pertumbuhan. Disarankan kepada petugas puskesmas untuk melakukan pendampingan dan bimbingan teknis kepada kader posyandu setiap kali dilaksanakan kegiatan posyandu. Selain itu, untuk mendukung kegiatan pemantauan pertumbuhan balita oleh kader maka di setiap posyandu perlu dilengkapi sarana dan prasarana diantaranya dacin yang sudah dikalibrasi dan lembar SKDN.