Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manfaat Madu Untuk Kehamilan Perspektif Tafsir Ilmi Abdullah Kafabih; Nasrullah Nasrullah; Vira Ayu Anggraeni
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1: Desember 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i1.2678

Abstract

Al-Qur'an berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, seiring berkembangnya zaman persoalan yang dihadapi umat manusia semakin banyak, salah satunya adalah masalah keluhan kehamilan. Kematian ibu selama kehamilan dan persalinan pertahun 2019 masih tetap tinggi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana madu bisa bermanfaat untuk mengobati keluhan kehamilan seorang ibu. Penelitian ini membahas penafsiran yang berkaitan dengan manfaat madu sebagai pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode empiris secara observasional. Data-data diperoleh dari responden berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi untuk membuktikan manfaat madu dalam mengobati keluhan kehamilan. Subjek pada penelitian ini dilakukan pada 5 ibu hamil di Kota Malang selama 7 hari. Dari sumber tersebut kemudian dilakukan analisis terhadap kebenaran Q.S An-Nahl ayat 69 sebagai pengobatan yang berfokus pada keluhan kehamilan. Hasil observasi yang dilakukan untuk membuktikan manfaat pengobatan madu untuk mengurangi keluhan kehamilan menunjukkan bahwa 5 subjek penelitian memberikan hasil positif. Keluhan kehamilan responden secara berturut-turut menurun pada hari ke-5, ke-2, ke-2, ke-4, dan ke-6 setelah mengonsumsi 1 sendok madu setiap pagi. Kandungan glukosa yang tinggi dalam madu mampu menekan asam dalam lambung sehingga dapat mengurangi keluhan mual dan muntah pada kehamilan. Kandungan vitamin dalam madu, seperti vitamin B1, B2, K dan C, serta beberapa enzim baik untuk melancarkan pencernaan.
Rethinking Mu’âsyarah bil Ma’ruf: A Maqâshid Syari’ah Cum-Mubâdalah Approach Safdhinar Muhammad An Noor; Arisy Abror Dzukroni; Nasrullah Nasrullah; Moh. Faza Rosyada
JURNAL AT-TURAS Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v11i1.7281

Abstract

This article contends that the principle of mu'âsyaroh bil ma'rûf has been inadequately interpreted, primarily due to its frequent application solely to men, resulting in the neglect and discrimination against women in conceptual formulation and validation. By positioning both men and women as equal participants in defining maqâshid al-syarî'ah, a fairer understanding of mu'asyaraoh bil ma'ruf can be achieved. This qualitative research seeks to redefine the interpretation of mu'âsyarah bil ma'rûf in the Qur'an through the Maqâshid Syarî'ah cum-Mubâdalah approach, integrating the critical concept of mashâlih al-'ibâd in kulliyât al-khams and the Mubâdalah perspective. The Maqâshid al-Syarî'ah cum-Mubâdalah methodology entails merging Maqâshid al-Syarî'ah theory with a perspective emphasizing mutual respect between genders. This study adopts a library research methodology. The findings reveal that, through the Maqâshid al-Syarî'ah cum-Mubâdalah approach, it can be inferred that: 1) mu'asyarah bil ma'ruf extends beyond marital relations to encompass interactions that uphold human values for all individuals; 2) apart from hifdz al-nafs (preservation of life), mu'asyarah bil ma'ruf also encompasses other elements including hifdz al-din (preservation of religion), hifdz al-mal (preservation of wealth), hifdz al-'aql (preservation of intellect), and hifdz al-nasl (preservation of lineage); 3) adherence to the five elements of maqashid sharia is obligatory for both parties engaging in interactions, rather than being imposed solely on one party.