Problematika psychological wellbeing dan stres kerja pada guru honorer adalah isu serius yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik guru honorer. Permasalahan yang menjadi perhatian adalah beban kerja yang berlebihan, upah kerja yang rendah, kurangnya dukungan dan apresiasi dari pihak sekolah, serta jam kerja yang padat, sehingga beberapa guru mengeluhkan bahkan melakukan mogok kerja. Hal ini menunjukkan bahwa guru-guru tersebut belum mencapai kesejahteraan yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara psychological wellbeing dan stres kerja pada guru honorer SMA sederajat di Kecamatan Bulukumpa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi Pearson. Responden dalam penelitian ini adalah 62 guru honorer SMA sederajat di Kecamatan Bulukumpa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological wellbeing dan stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara psychological wellbeing dan stres kerja. Semakin tinggi psychological wellbeing, maka semakin rendah tingkat stres kerja, begitu pula sebaliknya. Implikasi dari penelitian ini adalah kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan psychological wellbeing dan stres kerja, serta menjadi acuan bagi institusi untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer.