Konsep pendidikan ini menjadikan Jum’at sebagai hari penguatan bagi penanaman nilai-nilai karakter religius di sekolah. Di bawah koordinator guru pendidikan agama Islam serta bimbingan kepada siswa sebelum pelaksaan kegiatan jumat mengaji. Berbagai jenis kegiatan dikemas sekolah untuk mengimplementasikan program Jumat mengaji, antara lain : Protokol, membaca alquran dan artinya, tahfizh, pidato, nasyid, puisi, asmaul husna dan doa, yang mana siswa yang tampil akan bergiliran dan peran guru Pendidikan agama islam menemukan dan mencetak siswa untuk tampil kegiatan jumat mengaji selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru Pendidikan agama islam terhadap berlangsungnya kelancaran kegiatan jumat mengaji yang di laksanakan siswa, serta peranan guru pendidikan agama islam dalam membantu membimbing dan mencetak siswa yang baru tampil setiap kegiatan jumat mengaji sehingga akan ada setiap minggunya siswa yang berpengalaman tampil di kegiatan jumat mengaji. Penelitian ini mrupakan jenis penelitian studi kasus pendekatan penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang mana data didapat dari memakai metode wawancara serta dokumentasi, data kata – kata di dapatkan dari sumber dari informan dan data tambahan dari doumentasi. Bukan hanya tentang bagaimana nilai religius ditanamkan di sekolah, tapi juga tentang bagaimana nilai kebersamaan dibangun oleh seluruh warga sekolah. Saling membantu satu sama lain dan saling menguatkan nampak terlihat di beberapa kegiatan pembinaan yang di lakukan sesama guru Pendidikan agama islam dan sesama siswa yang sejurusan tetapi berbeda kelas nya.