Zulfadewina
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran IPAS di SDN Pekayon 15 Pagi Afaf Karimah; Zulfadewina
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i5.2507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SDN Pekayon 15 Pagi. Implementasi ini menjadi penting karena nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika bagi pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam bagaimana profil pelajar Pancasila diterapkan dalam pembelajaran IPAS di kelas IV, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala sekolah, wali kelas, waka kurikulum, dan peserta didik, serta dokumentasi berbagai dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi profil pelajar Pancasila di SDN Pekayon 15 Pagi masih menghadapi tantangan, meskipun terdapat upaya yang signifikan dari pihak sekolah. Faktor-faktor seperti pemahaman guru, dukungan manajerial, dan keterlibatan aktif siswa mempengaruhi tingkat keberhasilan implementasi ini. Implikasi dari penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang upaya pendidikan nilai-nilai Pancasila di tingkat dasar yang dapat menjadi pedoman untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut.
Problematika Penerapan Kurikulum Merdeka pada Mata Pembelajaran IPAS di Kelas IV SDN Ciracas 05 Pagi Annisa Ramdani; Zulfadewina
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i5.2508

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka, yang merupakan kurikulum baru, sering kali menimbulkan berbagai tantangan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta juga penilaian pembelajaran. SDN Ciracas 05 Pagi, yang mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 secara bertahap, menghadapi sejumlah problematika dalam proses adaptasinya, terutama di kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta juga mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Ciracas 05 Pagi, serta mengevaluasi upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Fokus utama penelitian ini mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, serta juga penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara serta juga observasi, sementara data sekunder diperoleh dari dokumentasi sekolah. Instrumen penelitian meliputi panduan wawancara, lembar observasi, serta juga analisis dokumen. Partisipan penelitian termasuk kepala sekolah, guru kelas IV, serta juga siswa. Analisis data dilakukan dengan cara triangulasi untuk memastikan validitas serta juga reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan pembelajaran, guru di SDN Ciracas 05 Pagi telah mampu menyusun silabus serta juga perangkat administrasi dengan baik, namun masih menghadapi keterbatasan waktu dalam pengeditan bahan ajar serta juga kesulitan memilih metode pembelajaran yang tepat. Dalam pelaksanaan pembelajaran, tantangan utama meliputi masalah konsentrasi serta juga disiplin siswa, serta keterbatasan alat serta juga bahan untuk praktikum. Meskipun demikian, berbagai proyek berbasis Profil Pelajar Pancasila telah berhasil dilaksanakan, menunjukkan upaya pengembangan karakter siswa. Penilaian pembelajaran telah dilakukan melalui asesmen formatif serta juga sumatif, meskipun terdapat kesulitan dalam menyesuaikan jenis asesmen dengan materi proyek. Upaya mengatasi problematika termasuk partisipasi aktif dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), pelatihan rutin, workshop, serta juga seminar yang membantu meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka.
Pengembangan Media Ratioland E-Learning dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Flipped Learning pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Sofiah Jauhara; Zulfadewina
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5459

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan yang menunjukkan bahwa siswa menunjukkan pemahaman yang rendah dalam belajar matematika. Selain itu, kurangnya variasi dalam metode pengajaran, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengembangan media pembelajaran RatioLand E-Learning berbasis flipped learning dengan website diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik dan interaktif, serta memanfaatkan potensi teknologi yang ada. Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan media RatioLand E-Learning berbasis flipped learning menggunakan platform website, mengikuti model penelitian R&D dan ADDIE. Data dikumpulkan secara kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan kelas enam dengan total 42 siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa RatioLand E-Learning berbasis pembelajaran terbalik memberikan pengalaman belajar yang baru dan bervariasi kepada siswa. Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika membuat siswa tetap terlibat dalam menyelesaikan level permainan dengan setia. Pendekatan ini menumbuhkan motivasi dan membantu siswa lebih memahami pertanyaan evaluasi yang diberikan oleh pendidik.