Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Oli Bekas Untuk Bahan Bakar Kompor Sebagai Energi Listrik Alternatif Dengan Prinsip Termoelektrik Widya Rahmadani; Parmin Lumbantoruan; Jumingin
Jurnal Redoks Vol. 8 No. 2 (2023): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v8i2.13156

Abstract

Oli bekas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor. Panas yang dihasilkan dari pembakaran oli bekas dapat dikonversi menjadi energi listrik alternatif dengan bantuan modul generator termoelektrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis panas yang dihasilkan dari oli bekas sebagai bahan bakar kompor, mengkaji besar suhu pada kedua sisi termoelektrik dan mengkaji besar tegangan dan arus keluaran dari generator termoelektrik. Metode penelitian yaitu metode eksperimen dengan merancang kompor berbahan bakar oli bekas sebagai sumber panas dan air sebagai sisi dingin. Termoelektrik yang digunakan adalah tipe TEG SP1848-27145 SA sebanyak 6 buah yang disusun seri dengan heatsink sebagai penghantar panas dan plat aluminium sebagai penghantar dingin. Pengambilan data dilakukan dalam dua kondisi yaitu rangkaian tanpa beban dan dengan beban resistor 27 ohm. Hasil penelitian menunjukkan panas yang terperangkap pada kotak pemanas tempat diletakkannya rangkaian termoelektrik yang dihasilkan dari pembakaran oli bekas dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas pada salah satu sisi termoelektrik. Rangkaian tanpa beban menghasilkan temperatur maksimum pada sisi panas sebesar 354,4 K dan sisi dingin sebesar 324,9 K, serta tegangan listrik maksimum yang terukur sebesar 1,19 Volt. Rangkaian dengan beban resistor menghasilkan temperatur maksimum pada sisi panas sebesar 356 K dan sisi dingin sebesar 329,2 K, serta tegangan listrik maksimum yang terukur sebesar 0,8 volt dan arus keluarannya sebesar 0,019 A. Kata Kunci: oli bekas, konversi energi, termoelektrik
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Upaya Preventif Kesehatan Sara Surya; Jumingin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health. Keywords: Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health. ABSTRAK Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat