Pemanfaatan rambut jagung untuk olahan pangan sudah pernah dilakukan salah satunya minuman herbal the rambut jagung. The rambut jagung merupakan produk minuman yang memilki warna kurang menarik. Sehingga di perlukan penambahan variasi warna terhadap minuman herbal rambut jagung. Ada pun salah satu pewarna alami yang aman untuk dikonsumsi adalah kulit buah naga. Kulit buah naga mengandung antosianin yang merupakan pembentuk dasar pigmen warna merah, ungu dan biru pada tanaman, terutama sebagai bahan pewarna bunga dan buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh konsentrasi penambahan serbuk kulit buah naga pada minuman herbal rambut jagung terhadap mutu fisik warna menggunakan aplikasi (Color Analisis) dan sifat organoleptik minuman herbal rambut jagung. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu dengan konsentrasi serbuk kulit buah naga A0 (0%), A1 (40%), A2 (60%) dan A3 (80%) dengan 3 kali ulangan. Sampel kemudian dianalisis mutu fisik warna dan sifat organoleptik. Data dianalisis menggunakan menggunakan ANOVA dengan tarafnyata 5% serta dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat bedanyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kulit buah naga dengan konsentrasi 0%, 40%, 60%, dan 80% berpengaruh terhadap warna secara fisik menggunakan Aplikasi (color Analysis) minuman herbal rambut jagung dengan menghasilkan nilai °Hue menghasilkan warna merah kecoklatan ( Brown Red). Nilai kesukaan warna tertinggi terdapat pada penambahan estrak kulit buah naga 80% (3,8) dengan kriteriasuka. Nilai kesukaan aroma tertinggi terdapat pada penambahan serbuk kulit buah naga 80% (3,44) dengan criteria agak suka. Nilai kesukaan rasa tertinggi terdapat pada penambahan serbuk kulit buah naga 60% (3,48) dengan criteria agak suka.