Sofuan, Tazkia Kamila
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WABAH CACAR DI JAWA ABAD-19: PERAN PEMERINTAH KOLONIAL DALAM MENERAPKAN VAKSINASI Fitrianto, Robby Fajar; Atok, Ahmad Nailul; Putri, Fadhilah Nur Aini; Abadi, Tamira Auga; Sofuan, Tazkia Kamila
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2 November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v7i2.56687

Abstract

Artikel ini menyajikan bukti empiris bahwa pemerintah kolonial merespon terkait wabah cacar dengan melakukan vaksinasi di Pulau Jawa abad 19. Penulis menggunakan metode tinjauan literatur yang relevan dengan topik terkait dalam penulisan artikel ini. Pada abad 19, wabah cacar telah berdampak pada meningkatya angka kematian (mortalitas) pada anak-anak usia dibawah 14 tahun di Pulau Jawa. Untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh wabah cacar ini, pemerintah melakukan berbagai penanganan, salah satunya melakukan vaksinasi. Bahkan, pemerintah kolonial merekrut orang-orang pribumi untuk dijadikan vaksinator pribumi dalam rangka menyukseskan program vaksinasi. Kesulitan dalam menyajikan bukti empiris terkait kebijakan vaksinasi pemerintah kolonial sebagai bentuk penanganan wabah cacar di Pulau Jawa abad 19, dikarenakan minimnya literatur yang relevan dengan topik ini. Dari data-data yang telah dikumpulkan, terdapat adanya kebijakan vaksinasi yang dilakukan pemerintah kolonial sebagai bentuk penanganan wabah cacar di Pulau Jawa Abad 19.
MENGULIK SEJARAH PENERAPAN DWIFUNGSI ABRI PADA MASA ORDE BARU Sofuan, Tazkia Kamila
KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2023): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalp.v9i2.14555

Abstract

Penelitian ini digunakan untuk mengetahui sejarah awal tercetusnya konsep Dwifungsi ABRI yang dipelopori oleh Jenderal A.H. Nasution, kemudian menjelaskan tentang penerapan konsep Dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas lima tahapan seperti pemilihan topik, heuristik, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini yakni tentang awal mula terciptanya pemikiran A.H. Nasution yang mendasari tercetusnya konsep Dwifungsi ABRI. Kemudian membahas tentang alasan penerapan konsep Jalan Tengah pada masa Orde Lama yang kemudian juga diterapkan pada masa Orde Baru yang dikenal dengan sebutan Dwifungsi ABRI. Manfaat dari adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui awal mula keterlibatan militer dalam kancah politik, untuk mengetahui bentuk penyimpangan Dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru. Selain itu, untuk mengetahui penyebab hubungan antara sipil dan militer yang tidak harmonis sehingga perlu diperbaiki karena hubungan antara sipil dan militer merupakan sebuah kunci stabilitas pemerintahan suatu negara.
Rivalitas KNIL dan PETA dalam Sejarah Kemiliteran Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan Sofuan, Tazkia Kamila
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v4i2.3496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan TNI (Tentara Nasional Indonesia) sejak awal kemerdekaan yang disertai dengan berbagai macam lika-liku di dalamnya, kemudian menjelaskan tentang rivalitas PETA dan KNIL dalam tubuh TNI sehingga dapat diketahui penyebab dari terjadinya konflik tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah dengan lima tahapan yang terdiri atas pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini yaitu rivalitas yangterjadi antara KNIL dan PETA dalam tubuh TNI disebabkan karena perbedaan pandangan dan pengalaman yang diperolehnya ketika menjalani pendidikan militer. Adanya kecurigaan di antara dua kubu tersebut menyebabkan sering terjadinya perdebatan terutama ketika pemilihan panglima tertinggi tentara Indonesia. Manfaat dari adanya penelitian ini yaitu dapat mengetahui sistem yang diterapkan ketika pemilihan panglima tentara Indonesia. Selain itu, untuk mengetahui bahwa rivalitas yang terjadi antara KNIL dan PETA dalam tubuh TNI tidak menyebabkan tentara Indonesia menjadi tercerai berai, namun tetap menjadi satu kesatuan utuh dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga pertahanan dan kemanan negara Indonesia.