Ngatmin Ngatmin
MI Muhammadiyah, Grobogan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Tentang Sistem Pemerintahan Pusat di Kelas IV MI Muhammadiyah Karangrayun, Grobogan Melalui Pendekatan CTL Ngatmin Ngatmin
ILUMINASI: Journal of Research in Education Vol 1, No 1 (2023): ILUMINASI: Journal of Reaserch in Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah (LPHN) Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/iluminasi.v1i1.223

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu  untuk mengetahui peningkatan  hasil belajar  siswa setelah menerapkan penggunaan pendekatan CTL  dalam pembelajaran PKn materi sisitem pemerintahan pusat. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Muhammadiyah Karangrayung -  Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 sebanyak 32 orang siswa. Teknik dan alat pengumpulan data  menggunakan teknik tes dan non tes (observasi dan dokumentasi). Teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi. Metode analisis  data  dalam  penelitian  ini  menggunakan  analisis data kualitatif.Peningkatan aktivitas belajar melalui penerapan metode diskusi dengan pendekatan kontekstual (CTL) dalam pembelajaran PKn Kelas IV pada kompetensi dasar mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat seperti MPR, DPR. Presiden, MA, BPK dll. semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 MI Muhammadiyah Karangrayung - Grobogan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya ketuntasan belajar siswa. Pada siklus I yang tuntas belajar sebanyak 25 siswa (67,57%), dan pada siklus II sebanyak 29 siswa (78,38%). Disamping ketuntasan belajar juga diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes yang meningkat darai siklus I 80,00 pada siklus II meningkat menjadi 82,97. Walaupun belum tuntas 100% namun bisa dikatakan pelaksanaan tindakan ini berhasil