Chaerul Sani
Universitas Islam Ahmad Dahlan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN BANK SYARIAH DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DI ERA MODERN anisa; fadhilah amalia wahyuddin; diyah fadillah; chaerul sani
LA RIBA: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 6 No. 02 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/la riba.v6i02.1031

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran yang diterapkan oleh bank syariah dalam rangka meningkatkan daya saing di era modern. Menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan, baik dengan bank konvensional maupun sesama bank syariah, bank syariah harus mengimplementasikan strategi pemasaran yang inovatif dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah. Studi ini mengidentifikasi beberapa pendekatan utama, seperti pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan, pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta edukasi berkelanjutan mengenai keunggulan sistem syariah dan peningkatan kualitas layanan yang mengedepankan nilai-nilai Islami. Selain itu, memperkuat citra positif melalui kolaborasi strategis dan kampanye pemasaran yang efektif juga menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi bank syariah di pasar.Pemanfaatan teknologi digital memberikan kesempatan bagi bank syariah untuk menjangkau lebih banyak nasabah serta meningkatkan efisiensi dalam memberikan layanan. Inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, seperti pembiayaan syariah yang fleksibel, menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan. Edukasi tentang keunggulan sistem syariah diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah yang belum sepenuhnya memahami manfaatnya. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pengelola bank syariah untuk mengoptimalkan strategi pemasaran mereka, seperti memperkuat citra merek, memperluas kemitraan strategis, dan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam merespons tantangan dan memanfaatkan peluang di era modern.Untuk meningkatkan persaingan di pasar perbankan, penelitian ini menyelidiki strategi pemasaran bank syariah.kontemporer yang semakin kompetitif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan studiliteratur.Ini mencakup analisis berbagai sumber, artikel, dan penelitian terkait pemasaran bank syariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing mereka melalui strategi pemasaran yang mereka gunakan.
DETERMINAN KEPATUHAN PAJAK UMKM PASCA TRANSISI TARIF PAJAK FINAL BERBASIS DIGITALISASI: PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Chaerul Sani; Marina; Mutpita Sari
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 9 No 2 (2026): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/s87ba844

Abstract

This study aims to analyze and develop a conceptual framework regarding various determinants influencing tax compliance of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) after the transition period of changes to the Final Income Tax (PPh) tariff scheme amidst the massive implementation of digitalization of tax administration in Indonesia, while also examining it through an Islamic economics perspective. The research method applied in this study is library research with a descriptive-analytical approach through data collection techniques of documentation studies of primary regulations such as HPP Law No. 7 of 2021 and PP No. 55 of 2022, Islamic jurisprudence (fiqh muamalah) literature, as well as indexed secondary literature from 2020 to 2025. The results of the study indicate that tax compliance of UMKM after the tariff transition is not only influenced by economic risk calculations alone, but is consistently determined by four main factors: the level of comprehensive understanding of tax regulations, the quality of reliability and ease of use of digital tax systems (such as the Coretax System), perceptions of fairness that build trust in tax authorities, and the level of financial and tax literacy of the business actors themselves. Viewed from an Islamic economics perspective, these four determinants align with the principles of maslahah (public benefit), distributive justice ('adl), amanah (trustworthiness), and obedience to ulil amri (legitimate authority), so that UMKM tax compliance can also be understood as part of muamalah maliyah oriented toward maqashid syariah rather than a mere administrative obligation. In the proposed integrative model, the implementation of a digital tax system acts as a crucial moderating variable that can strengthen or weaken the relationship between internal determinants of business actors and their level of voluntary compliance, depending on the effectiveness of tax education and the equal distribution of digital infrastructure to overcome the digital divide that occurs among UMKM economic actors.