Nur Afifah
Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROGRAM PEDULI LINGKUNGAN HIDUP (GO GREEN SCHOOL) PADA UPT SDN 067244 Jl.BUNGA SEDAP MALAM IX, MEDAN SELAYANG Risky Ananda; Nur Afifah; Agustriana Panjaitan
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i1.1614

Abstract

Lingkungan bersih dan sehat merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan bisa terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan disekitar kita, terutama lingkungan sekolah. Lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik. Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan jika kita menjaga lingkungan dengan tetap terlihat bersih dan rapi. Lingkungan sekolah adalah tempat kegiatan sehari hari siswa maupun warga sekolah lainnya. Jika konsep kebiasaan peduli lingkungan ditanamkan dimulai dari sekolah, maka akan lebih efektif untuk membentuk perilaku peduli terhadap lingkungan, baik di tempat tinggalnya masing masing maupun lingkungan sekitarnya. Konsep go green school adalah konsep yang mengajak warga sekolah untuk membentuk gaya hidup agar lebih peduli terhadap lingkungan dan melestarikan lingkungan. Tujuan penelitian ini bagaimana peran mahasiswa Praktik MBKM Mitra USU memberikan perhatian besar terhadap program pengembangan lingkungan hidup dan bagaimana peran sekolah menjadikan sekolahnya sebagai Green School di UPT SDN 067244 Medan Selayang. Tahapan pelaksanaanya sesuai dengan tahapan pertolongan yang pekerjaan sosial yang secara umum digunakan yaitu engagement (pendekatan), assessment, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan terminasi. Pelaksanaan kegiatan ini diadakan dalam 4 bulan. Di akhir pelaksanaan program, siswa-siswi ini terus diupayakan mampu melanjutkan pengembangan kreativitas dan pengembangan diri sikap ini melalui kegiatan mereka selama di Sekolah Dasar.
Disaster Mitigation Due to Mining Activities (Case Study in Bongkaras Village, Silima Pungga-Pungga District, Dairi Regency) Roida Boang Manalu; Nur Afifah
International Conference on Economic Business and Social Science Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding International Conference on Economic Business and Social Science (IC
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/icebss.v3i1.32

Abstract

Ecological disasters due to mining activities are a serious problem that has an impact on the environment and society. Bongkaras Village, which is located in Dairi Regency, precisely in Silima Pungga-Pungga District has experienced environmental degradation due to lead and zinc mining by PT Dairi Prima Mineral (PT DPM). Impacts such as water pollution, soil degradation, and increased risk of floods and landslides have threatened the sustainability of ecosystems and the livelihoods of local communities. Therefore, this study aims to analyze the disaster mitigation strategies implemented by the government and related parties in reducing the impact of mining in the area. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques through in-depth interviews, field observations, and documentation studies. The research informants included the village government, the Dairi Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD), affected communities, and environmental activists from Brazil. Data analysis was carried out by source triangulation techniques and techniques to ensure the validity of the findings. William Nick Carter’s disaster mitigation theory is used as an analytical framework, covering six main aspects, namely : legal framework, institutions, public awareness, training and education, incentives, and early warning systems. The results of the study show that disaster mitigation in Bongkaras Village still faces various obstacles. Regulations related to environmental management have not been enforced optimally, government supervision of mining activities is still weak, and community participation in mining-related decision making is very minimal. The case of water pollution in 2012 and the flash flood disaster in 2018 are clear evidence that the mitigation carried out has not been effective. The public is also not fully aware of the long-term dangers of mining exploitation, while the early warning system is still not fully implemented. So it is necessary to strengthen regulations, increase transparency in mining management, and closer collaboration between the government, companies, and local communities. The government must strengthen the role of institutions and supervision so that the exploitation of natural resources no longer sacrifices environmental sustainability and community welfare.