Halina Rahayu
Jurusan Keperawatan Singkawang, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Perilaku Pencegahan Hipotermi Pasca Operasi General Anestesi Di Ruang Pemulihan RSU ST.Vincentius Singkawang Nida Agresa; Halina Rahayu; Leonatus Limson
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i1.263

Abstract

Menggigil (shivering) merupakan keadaan yang ditandai dengan adanya peningkatan aktifitas muskular yang sering terjadi setelah tindakan anestesi, khususnya pada pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi. Kombinasi  dari  tindakan anestesi dan tindakan operasi dapat menyebabkan gangguan fungsi dari pengatur- an suhu tubuh yang akan menyebabkan penurunan suhu inti tubuh (core temperatur) sehingga menyebabkan hipotermi. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan kejadian menggigil pasca anestesi dilaporkan berkisar 5-65% pada pasien yang  menjalani anestesi umum dan sekitar 33-56,7% pada pasien yang menjalani anestesi neuroaksial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap perilaku pencegahan hipotermi pasca operasi dengan general anestesi. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden dengan teknik pengambilan sampel ini adalah total sampling serta teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Sedangkan analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil dari penghitungan statistik dengan nilai p value 0,000 dengan signifikansi 0,05. Maka  Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubu- ngan antara pengetahuan terhadap perilaku pencegahan hipotermi pasien pasca operasi dengan general anstesi di ruang pemulihan RSU St. Vincentius Singkawang. Saran bagi perawat supaya selalu memperhatikan suhu tubuh pasien pasca anestesi demi mencegah terjadinya hipotermi atau kejadian menggigil. 
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi Di Puskesmas 2 Singkawang Utara Tahun 2017 Winnelia FSR; Halina Rahayu
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i1.264

Abstract

Data WHO tahun 2015 menunjukkan di seluruh dunia sekitar satu miliar orang atau 26,4% penduduk bumi menderita hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Angka ini kemungkinan akan men- ingkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari satu miliar penderita hipertensi, 350 juta berada di Negara maju dan 650 juta sisanya berada di negara sedang berkembang, temasuk Negara Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi di- Puskesmas Singkawang Utara 2 tahun 2017. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian adalah Puskesmas Singkawang Utara 2, dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Tehnik sampling menggunakan Accidental  sampling  yaitu mengambil sampel yang kebetulan datang berkunjung ke Puskesmas Singkawang Utara 2 pada saat melakukan penelitian. Sebanyak 55 responden atau 73,33% yang memiliki dukungan sosial keluarga baik sedangkan sebanyak 20 responden atau 26,67 % memiliki dukungan sosial keluarga kurang. Sebanyak 56 responden atau 74,67% yang memiliki kepatuhan diet,19 responden atau 25,33%  memiliki ketidak patuhan diet. Ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi diPuskesmas Singkawang Utara 2 tahun 2017 dengan nilai p value = 0,001.Â