Sarliana Zaini
Jurusan Keperawatan Singkawang, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH

Pengaruh Perilaku Kekerasan Klien Terhadap Stres Perawat Di Ruang Darurat Psikiatri Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Sarliana Zaini; Winnellia FSR
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i1.265

Abstract

Di RSJ Provinsi Kalbar kondisi yang sering dialami adalah: jumlah klien yang dirawat tidak sebanding dengan jumlah tenaga perawat yang ada, seringnya klien melakukan perilaku agresif secara verbal atau tindak ke- kerasan dengan sesama klien, perawat yang mengalami kekerasan fisik, pengrusakan sarana rumah sakit oleh klien, seringnya klien meninggalkan rumah sakit tanpa ijin perawat dan adanya ketidaksiapan perawat jika ditempatkan di ruang darurat psikiatrik. Hal ini dapat menimbulkan stres tersendiri bagi perawat jiwa dalam menangani klien dengan perilaku agresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku kekerasan klien terhadap tingkat stres perawat di ruang RDP RSJ Provinsi Kalbar. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional, pengambilan sampel dengan total sampling yang berjum- lah 24 responden, alat ukur untuk penelitian ini berupa lembar observasi perilaku kekerasan klien POPAS (Per- ceptions Of Prevalence of Aggresion Scale), sedangkan untuk stres perawat menggunakan kuesioner PNOSS (Psychiatric Nursing Occupational Stress Scale). Analisa bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% atau α =0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh/ hubungan perilaku kekerasan klien terhadap stres perawat, dengan nilai ρ 0,03 < 0,05 dimana perawat yang mengalami stres ringan sebanyak satu orang responden (4,2%), stres sedang sebanyak 21 responden (87,5%) dan stres tinggi dua responden (8,3%). Perilaku kekerasan yang ditemukan adalah kategori sedang 95,8% dan kategori berat 4,2%.
Efektifitas Terapi Gerak Aktif-Pasif Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Ruang Santa Anna Rumah Sakit Santo Vincentius Sarliana Zaini
SCIENTIFIC JOURNAL OF NURSING RESARCH Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i1.262

Abstract

Terapi gerak aktif-pasif dan teknik relaksasi nafas dalam merupakan metode penatalaksanaan nyeri secara non-farmakologi. Metode ini dapat menurunkan intensitas nyeri dan tanpa indikasi. Hal ini terjadi karena dapat mengendalikan  nyeri  dengan  meminimalkan  aktifitas  simpatik  dalam  sistem  saraf  otonom.  Relaksasi  meli- batkan otot dan tidak membutuhkan latihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan terapi gerak aktif-pasif dan relaksasi nafas dalam mana yang lebih efektif. Desain penelitian adalah quasi eksperimen. Jum- lah sampel penelitian ini adalah berjumlah 32 orang. Pengambilan sampel penelitian dengan cara Accidental Sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang. Analisa data menggunakan uji independent paired t-test. Dari hasil perhitungan statistik diperoleh p = 0,041 (p = <0,05), dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terapi gerak aktif-pasif lebih efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea. Dari hasil penelitian ini dapat dibuktikan bahwa terapi gerak aktif-pasif sangat efektif mengurangi intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Maka disarankan terapi gerak aktif-pa- sif dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea.Â