Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Kelas 3 A Dalam Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Ipas Melalui Model Problem Based Learning Di SDN 113 Pekanbaru Yulia Afriani; Dea Mustika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1132

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar, khususnya melalui pembelajaran yang mendorong siswa aktif berpikir dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru kelas 3A SDN 113 Pekanbaru dalam melatih keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 3A dan siswa-siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan lima strategi utama berdasarkan indikator berpikir kritis: memberikan penjelasan sederhana, penjelasan mendalam, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, serta menyusun strategi dan taktik pemecahan masalah. Guru memulai pembelajaran dengan menyajikan masalah kontekstual, menggunakan pertanyaan terbuka, serta membimbing siswa dalam diskusi kelompok. Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan, menganalisis informasi, dan menyusun kesimpulan secara mandiri. Guru juga menggunakan rubrik penilaian modifikasi untuk memantau perkembangan berpikir kritis siswa. Strategi ini terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran aktif, reflektif, dan kolaboratif. Meskipun sebagian siswa masih memerlukan bimbingan lanjutan, hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan kemampuan berpikir kritis secara bertahap. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model PBL secara konsisten disertai refleksi dan modifikasi instrumen pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan siswa.