Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSPOSISI EFESUS 5:22—6:4 TENTANG NILAI-NILAI KEHIDUPAN DALAM KELUARGA KRISTEN Yohanna Cristiani Oktavia Malau
JURNAL PENABIBLOS Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jurnalpenabiblos.v12i1.80

Abstract

Family conflicts are normal and can be a creative power in marriage. Conflict will arise due to family member interaction. Interpersonal conflict in the family is a conflict of problems that occur between members in one family because of the difference in intent or purpose shown in different ways as well. Conflict that happened to husband and wife, parents-children, children and other family members that exist in one household. But the end result of a conflict, whether it will be destructive or constructive? This will largely depend on what strategy will be used to handle or manage the conflict itself. In this article, the author will investigate and explain Ephesians 5:22—6:4 to find the values of life in a Christian family that can be used as a standard in building relationships and responsibilities in a Christian family. Through this explanation it is hoped that each reader can understand their respective roles and responsibilities in a family. A correct understanding of these truths can minimize the possibility of conflict in the family. The method used in writing this article is the explanation of the text by using the principles of hermeneutics that apply, then the writer makes the principles that can be compiled into the application of each individual.
KONSELING KRISTEN TERHADAP ISTRI YANG MENGALAMI DISFUNGSI PERAN DALAM KELUARGA (STUDI KASUS DI PPA LG IO-0777) Agatha Ivana Kabel; Yohanna Cristiani Oktavia Malau; Sherly Ester E. Kawengian
JURNAL PENABIBLOS Vol. 14 No. 02 (2023): JURNAL PENABIBLOS (JPS)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan penerapan prinsip Adam Lon dalam membantu Istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga (Studi Kasus: PPA LG IO-0777 di Sosrowijayan Yogyakarta). Yang menjadi latar belakang penelitian di Pusat Pengembangan Anak Light Generation IO-0777 Yogyakarta adalah beberapa istri mengalami disfungsi peran dalam keluarga di PPA LG IO-0777. Mengalami masalah disfungsi peran dalam keluarga memang tidak mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah cara pandang dan cara menyikapi permasalahan keluarga yang dihadapi menurut prinsip Adam Lon, menjadi istri yang cakap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan konseling. Ditemukan beberapa hasil diantaranya, ada enam istri yang mengalami disfungsi peran dalam keluarga dan ditemukan dua istri yang membutuhkan pertolongan. Setelah penerapan prinsip Adam Lon, melalui proses konseling, dua istri yang menjadi partisipan dalam penelitian ini mengalami perubahan cara pandang dan menyikapi masalah-masalah yang dialami dalamkeluarganya.
Konseling Keluarga Kristen : Studi Kasus Implementasi Konseling Keluarga Bagi Keluarga Kristen Yang Mengalami Masalah Komunikasi (Studi Kasus Di Pusat Pengembangan Anak) Maryani, Lilik; Malau, Yohanna Cristiani Oktavia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan untuk mengetahui adanya pengaruh konseling dalam membangun keharmonisan pasangan keluarga kristen yang mengalami masalah komunikasi Subjek dalam studikasus adalah 3 Anggota Keluarga dari Penerima Manfaat yang ada di PPA LG IO-0777 yang mengalami masalah hubungan komunikasi .metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada penerima manfaat dari 3 keluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa keluarga mengalami kegagalan dalam pola hubungan komunikasi ,interaksi dengankeluarga ,mendiamkan konflik dan tidak menyelesaikanya ,saling menutup diri dan menghindar . Mengubah paradigma yang baru dalam melakukan komunikasi antar anggota keluarga . Ketika komunikasi tidak lagi berjalan dengan baik.Maka dapat dikatakan bahwa keluarga akan mengalami banyak konflik ,hal ini dapat memicu timbulnya permasalahan dalam keluarga /pasangan. Media sosial yang semakin canggih saat ini ada pepatah mengatakan “ Yang jauh semakin dekat yang dekat semakin jauh” itulah perubahan yang terjadi saat-saat ini dalam hidup manusia . Semakin canggih tekhnologi ,Setiap manusia di tuntut untuk beradaptasi dengan tekhnologi untuk dapat mengikuti perkembangan zaman.Akses komunikasi sangatlah banyak melalui jejaring sosial seperti Facebook, Instagram ,Whatshapweb ,twitter,telegram untuk melakukan komunikasi,Komunikasi-komunikasi inilah yang manusia harus pahami .Untuk itu setiap manusia harus bijak dan berhikmat dalam melakukan komunikasi ,komunikasi yang tidak sehat ketika terus menerus di lakukan dapat membuat keluarga rentan mengalami banyak konflik dalam hidup berumah tangga