HIV/AIDS merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penelitian sebelumnya menunjukkan mayoritas pasien HIV/AIDS memiliki kualitas hidup buruk berkisar 51,1%-59,2%, yang dipengaruhi oleh stigma masyarakat, diskriminasi, kejenuhan pengobatan, dan minimnya dukungan keluarga. Di RSUP Haji Adam Malik Medan terdapat 2.161 pasien HIV/AIDS rawat jalan periode Januari-Juni 2024 dengan rata-rata 360 pasien per bulan, namun belum ada data spesifik mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien tersebut. Kualitas hidup yang buruk dapat meningkatkan mortalitas, menurunkan kepatuhan terapi antiretroviral, menimbulkan isolasi sosial, depresi, dan penurunan motivasi perawatan diri yang berdampak pada progresivitas penyakit ke stadium AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2024 untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas hidup dan outcome kesehatan pasien HIV/AIDS. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 360 pasien HIV/AIDS per bulan, dengan sampel sebanyak 78 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga (16 pertanyaan) dan WHOQOL-BREF (26 pertanyaan) mencakup empat domain: kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan dengan kategorisasi skor buruk (0-25), sedang (26-50), baik (51-75), dan sangat baik (76-100). Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga baik sebesar 57,7% dan kualitas hidup baik sebesar 71,8%. Uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p=0,439; r=-0,089). Karakteristik demografi didominasi dewasa awal (41,0%), laki-laki (71,8%), pendidikan SMA (61,5%), dan lama menderita >2 tahun (64,1%). Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien HIV/AIDS dipengaruhi faktor multidimensional sehingga memerlukan pendekatan holistik melalui optimalisasi terapi antiretroviral, penguatan dukungan sosial komprehensif, pengurangan stigma, pengembangan resiliensi psikologis, dan peningkatan akses layanan kesehatan berkualitas untuk mengoptimalkan outcome kesehatan jangka panjang.