This Author published in this journals
All Journal TATANAN
Mahesaputri, Nindya
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYEDIAAN DAN PENATAAN SISTEM SANITASI PADA RUMAH SUSUN SARIJADI, BANDUNG Christina, Deasy Belda; Mahesaputri, Nindya
TATANAN Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                Basically, building utility or building complement plays an important role in giving soul to a building. Sanitation as a part of building utility, usually considered as non aesthetical element, causing bad smell, or sometimes causing an annoying sound. Therefore, designing a sanitation system needs a lot of consideration. The purpose of this research is to know how to provide the good sanitation system arrangement in a vertical housing architecture. Beside that, this research is also purposed to be means of learning for architecture students, in designing a vertical housing, and giving a point of the importance of sanitation system in designing a building. The method used in this research are collecting data through literature studies and interviewing some tenants and the others who related in building the Sarijadi vertical housing; then analyzing the design  and arrangement of sanitation system in sarijadi vertical housing which related to architecture value; and drawing a conclusion of the analysis results. Sanitation system providence in Sarijadi vertical housing is considered adequate to fulfill the needs of its tenants. However, there are still some problems that actually can be improved and managed to be settled. The design of sanitation system in Sarijadi vertical housing still has a lot of weakness, especially in the architecture’s value point of view. There are a lot ot things that have to be considered in creating an architecture works. That case can be very helpful in improving the quality of life for the building users, such as; health, comfort, beauty and the other aspects, especially for the building which hold a rolle of a housing building. Key Words: sanitation system, vertical housing, Sarijadi Bandung Abstrak                Kelengkapan bangunan atau utilitas pada dasarnya memiliki peranan penting dalam memberikan “nyawa” bagi sebuah bangunan. Sanitasi sebagai salah satu bagian dari kelengkapan bangunan, pada umumnya dianggap memiliki kesan tidak indah, menimbulkan bau yang tidak sedap, atau menghasilkan suara yang mengganggu. Oleh karena itu, menata suatu sistem sanitasi diperlukan berbagai pertimbangan-pertimbangan yang benar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyediaan penataan sistem sanitasi yang baik pada arsitektur rumah susun. Selain itu untuk menjadi pembelajaran dan pengetahuan bagi mahasiswa arsitektur dalam merancang suatu bangunan rumah susun dan menjadi masukan mengenai pentingnya sistem sanitasi dalam merancang suatu bangunan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu, pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan penghuni dan pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan rumah susun Sarijadi. Kemudian menganalisa penataan sistem sanitasi pada rumah susun Sarijadi dalam kaitannya dengan nilai-nilai arsitektur, dan menarik kesimpulan atas hasil analisa. Penyediaan sistem sanitasi pada rumah susun Sarijadi dapat dikatakan cukup memenuhi kebutuhan para penghuninya. Namun masih ada beberapa permasalahan yang sebenarnya dapat ditingkatkan dan dikelola untuk menjadi lebih baik. Sedangkan untuk penataan sistem sanitasi pada rumah susun Sarijadi masih memiliki banyak kekurangan, khususnya jika dilihat dari nilai-nilai arsitektur. Banyak sekali hal yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu karya arsitektur. Hal tersebut dapat membantu dalam peningkatan kualitas hidup pengguna bangunan tersebut, khususnya pada bangunan dengan fungsi rumah tinggal, yaitu berdasarkan aspek kesehatan, kenyamanan, keindahan dan aspek-aspek lainnya. Kata Kunci: sistem sanitasi, rumah susun, Sarijadi Bandung
BUKAAN SEBAGAI SUMBER PENCAHAYAAN DAN VENTILASI ALAMI PADA RUKO Liawati, Liawati; Mahesaputri, Nindya
TATANAN Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractShophouse is a great idea how to blend working space and dwelling in the urban life. Natural condition was needed to support those functions instead of land tipology, also city environment (morphology) where that building is.Banceuy Permai shophouse was built by developer with open plan system in a grid pattern in Banceuy area, center of Bandung city. Shophouses arrangement has a border that close with their back, and represent two shopshouses tipology; center shophouse and corner shophouse. Shophouses open plan layout cant support these natural condition because its interior so compact. Inadequate open space, causes opening (doors, windows) in the middle and back of building cant get natural ventilation and lighting.Dimension of their opening is so minimal. Shophouses condition depend on their opening in the front (in center shophouse) also from side of the building (corner shophouse). [to control natural lighting and ventilation on entire interior of the building]. Opening (doors, windows) placed in the front and side of the building clash with transition space caused natural ventilation and lighting cant be optimalized.Keywords: opening, natural ventilation and lighting, Banceuy Permai shophouse.AbstrakRuko merupakan gagasan tepat yang menggabungkan kegiatan usaha dan tempat tinggal di perkotaan. Pengkondisian alami diperlukan untuk mendukung kedua fungsi tersebut selain tipologi lahan maupun tata lingkungan kota (morfologi) tempat bangunan itu berada.Ruko Banceuy Permai dibangun oleh pengembang dengan sistem open plan dalam pola grid di kawasan Banceuy, pusat kota Bandung. Tatanan ruko memiliki batas kapling yang berhimpit dengan batas kapling di belakangnya sehingga menghadirkan dua buah tipologi ruko, yaitu ruko kapling tengah dan ruko kapling sudut. Tata ruang ruko yang open plan tidak dapat mendukung pengkondisian ruang dalam secara alami karena tata ruang dalam ruko rapat memenuhi kaplingnya. Ruang terbuka yang luasannya tidak memadai mengakibatkan bukaan (pintu, jendela) di tengah dan belakang kapling tidak mungkin dapat memperoleh pencahayaan dan ventilasi alami.Bidang pada bukaan ruko Banceuy Permai dapat dikatakan sangat minim. Pengkondisian ruko, sangat bergantung pada bukaan di muka (pada ruko kapling tengah) serta dari Sisi bangunan (pada ruko kapling sudut). [Untuk mengontrol Pencahayaan dan ventilasi alami pada seluruh ruang dalam]. Bukaan (pintu, jendela) yang ditempatkan di muka dan sisi bangunan bersinggungan dengan ruang antara sehingga kurang memperoleh pencahayaan dan ventilasi alami.Kata kunci: bukaan, sumber cahaya dan ventilasi, rumah toko Banceuy Permai.