Sidhi Laksono
Faculty of medicine, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RENAL DENERVATION IN CKD PATIENTS: PATHOPHYSIOLOGICAL RATIONALE, CLINICAL EVIDENCE, AND CONTEMPORARY PERSPECTIVES Sidhi Laksono; Wella Widyani
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 01 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i01.435

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a central driver of cardiovascular morbidity and progressive renal dysfunction in patients with chronic kidney disease (CKD), yet optimal blood pressure control remains challenging, particularly in advanced disease stages. Resistant hypertension is common in CKD, reflecting complex interactions among volume overload, neurohormonal activation, sympathetic overactivity, and vascular dysfunction. This narrative review synthesizes contemporary evidence on the pathophysiological mechanisms underlying hypertension in CKD, diagnostic challenges related to blood pressure assessment, and integrated therapeutic strategies. Particular emphasis is placed on the evolving role of device-based interventions, especially renal denervation, as an adjunctive therapy for carefully selected patients with resistant hypertension. We review current data supporting renal denervation, discuss patient selection considerations, and highlight unresolved questions regarding long-term efficacy and safety in CKD populations. Special clinical contexts, including dialysis, kidney transplantation, and older adults, are addressed, along with common misconceptions that contribute to therapeutic inertia. By integrating mechanistic insights with emerging clinical evidence, this review aims to inform a more individualized, patient-centered approach to hypertension management in CKD and to clarify the potential clinical niche of renal denervation within contemporary treatment paradigms. ABSTRAK Hipertensi merupakan pendorong utama morbiditas kardiovaskular dan disfungsi ginjal progresif pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD), namun kontrol tekanan darah yang optimal masih menjadi tantangan, terutama pada stadium penyakit yang lebih lanjut. Hipertensi resisten sering ditemukan pada CKD, mencerminkan interaksi kompleks antara kelebihan volume, aktivasi neurohormonal, peningkatan aktivitas simpatis, dan disfungsi vaskular. Tinjauan naratif ini mensintesis bukti terkini mengenai mekanisme patofisiologis yang mendasari hipertensi pada CKD, tantangan diagnostik terkait penilaian tekanan darah, serta strategi terapi terintegrasi. Penekanan khusus diberikan pada peran intervensi berbasis perangkat yang terus berkembang, terutama denervasi ginjal, sebagai terapi tambahan pada pasien terpilih dengan hipertensi resisten. Kami meninjau data terkini yang mendukung denervasi ginjal, membahas pertimbangan seleksi pasien, serta menyoroti pertanyaan yang belum terjawab terkait efektivitas dan keamanan jangka panjang pada populasi CKD. Konteks klinis khusus, termasuk dialisis, transplantasi ginjal, dan populasi usia lanjut, juga dibahas, bersama dengan kesalahpahaman umum yang berkontribusi terhadap inersia terapeutik. Dengan mengintegrasikan wawasan mekanistik dan bukti klinis yang berkembang, tinjauan ini bertujuan untuk mendukung pendekatan manajemen hipertensi pada CKD yang lebih individual dan berpusat pada pasien, serta memperjelas potensi posisi klinis denervasi ginjal dalam paradigma terapi kontemporer.
Terapi Farmakologis dalam Manajemen Obesitas: Tinjauan Sistematis Sidhi Laksono; Wella Widyani
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7167

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Meskipun modifikasi gaya hidup tetap menjadi terapi utama, perkembangan farmakoterapi kini berperan penting dalam pengelolaan obesitas secara komprehensif. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan penerapan klinis terapi farmakologis obesitas. Metode Tinjauan sistematis dilakukan melalui pencarian dengan kata kunci (obesity OR overweight) AND ("pharmacological treatment" OR "drug therapy" OR medication) AND ("cardiometabolic complications") pada PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk artikel berbahasa Inggris yang terbit tahun 2020–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: individu dewasa dengan obesitas; I: terapi farmakologis untuk obesitas; C: plasebo atau terapi perilaku non-farmakologis; O: efektivitas klinis). Artikel dieliminasi dengan kriteria eksklusi akses terbatas dan terjadi pengulangan. Hasil Dari 349 artikel yang terkumpul, 20 artikel dieliminasi karena pengulangan, 1 artikel tidak berbahasa Inggris, 141 artikel bukan artikel original, 175 artikel tidak sesuai PICO, dan 2 artikel memiliki akses terbatas. Dari 10 studi yang dianalisis, diketahui bahwa terapi agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP memberikan penurunan berat badan signifikan serta perbaikan metabolik dan kardiovaskular, sementara agen konvensional seperti metformin dan niasin tetap relevan pada pasien dengan disfungsi metabolik. Selain itu, penyesuaian terapi berdasarkan komorbiditas diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas dan keamanan pengobatan obesitas. Kesimpulan yang ditemukan Agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP menunjukkan efektivitas tertinggi, sementara agen konvensional tetap relevan. Penyesuaian terapi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan obesitas.   Kata kunci: Obesitas, terapi farmakologis, tinjauan sistematis