Rizki Adha Juniardi
Woodlam Indonesia, Jakarta Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS FINISHING KAYU PINUS DAN SUNGKAI MENGGUNAKAN TEKNIK YAKISUGI fauzan fahrussiam; Andi Tri Lestari; Nurul Chaerani; Dini Lestari; Febriana Tri Wulandari; Rizki Adha Juniardi
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 2 (2023): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v13i2.73361

Abstract

The improvement of wood finishing quality extends beyond the application of paint; it also encompasses techniques such as heat modification. One prominent method currently employed for enhancing wood finishing quality is the yakisugi or shou sugi ban technique. This technique has regained popularity due to its ability to produce unique surface patterns and enhance the dimensional stability of wood. However, this technique has not been widely applied to commercial wood types in Indonesia. Therefore, this research aims to evaluate the burning quality and dimensional stability of pine and sungkai wood after the burning process. The research results indicate that the surface characteristics of burned pine and sungkai wood yield distinct and unique patterns. Color change tests reveal no significant difference between pine and sungkai woods, both exhibiting a clove brown hue. Surface characteristics post-burning show a decrease in paint adhesion with the prolonged burning process, inversely proportional to the contact angle values produced. Dimensional stability is measured by percentage volume expansion and anti-swelling efficiency. The yakisugi technique demonstrates the capability to enhance the dimensional stability values of sungkai and pine woods by a notable margin of 30-50%.  Subsequent research is crucial for observing the chemical changes occurring on the wood surface after burning. Keywords: dimensional stability, pine wood, sungkai wood, wood finishing, yakisugiAbstrakPeningkatan kualitas finishing kayu tidak hanya dalam bentuk proses pemberian cat, tapi juga bisa dalam bentuk teknik modifikasi panas. Salah satu jenis modifikasi panas yang saat ini banyak dilakukan terutama dalam hal peningkatan kualitas finishing kayu adalah metode yakisugi atau shou sugi ban. Teknik ini Kembali popular karena mampu menghasilkan corak permukaan kayu yang unik dan mampu meningkatkan nilai stabilitas dimensi kayu. Namun demikian, teknik ini masih belum banyak diaplikasikan untuk jenis-jenis kayu komersil Indonesia. Maka dari itu penelitian ini bermaksud mengevaluasi kualitas pembakaran dan nilai stabilitas dimensi setelah proses pembakaran pada kayu pinus dan sungkai.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik permukaan kayu pinus dan sungkai setelah pembakaran menghasilkan corak yang berbeda dan unik. Uji perubahan warna menunjukkan hasil yang tidak berbeda antara jenis kayu pinus dan sungkai yaitu clove brown. Karakteristik permukaan kayu setelah pembakaran menunjukkan nilai daya lekat cat yang semakin rendah seiring bertambah lamanya proses pembakaran dan berbanding terbalik dengan nilai sudut kontak yang dihasilkan. Nilai stabilitas dimensi ditunjukkan dengan parameter persentase pengembangan volume dan anti swelling efficiency. Teknik yakisugi mampu meningkatkan nilai kestabilan dimensi kayu sungkai dan pinus sebesar 30-50%. Penelitian selanjutnya penting dilakukan pengamatan pada perubahan yang terjadi secara kimia pada permukaan kayu setelah pembakaran. Kata kunci: finishing kayu, pinus, sungkai, stabilitas dimensi, yakisugi