Nurul Ihsan Fauzi
Alam Sehat Lestari, Sukadana, Kalimantan Barat 78852

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN HUTAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG, KALIMANTAN BARAT, MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH Nurul Ihsan Fauzi; M Ari Wibawanto; Mahardika Putra Purba
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 10, No 2 (2020): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v10i2.37899

Abstract

Monitoring forest cover to find out deforestation activities in a national park serves as an important task. This study aims to analyze forest cover changes in Gunung Palung National Park from 1989 to 2018. The method employs visual interpretation aided by supervised classification with the maximum likelihood method. Remote sensing data involved 18 Landsat images from 1989 to 2018 path/row 121/61. The results indicated that Gunung Palung National Park had 97,148 hectares of primary forest losing its 10% of its forest (since 1989). The primary forest decreased to 72,684 hectares in 1997 and 69,851 hectares in 2018. To date, primary forest cover has been found stable with secondary forests reaching to 25,050 hectares occupying 26% of Gunung Palung National Park area. Deforestation in Gunung Palung National Park was due to illegal logging and forest fires as a result of El Nio influence. The results of the analysis informed that there was an insignificant deforestation in Gunung Palung National Park during in the period of 2016 - 2018. In sum, conservation programs are encouraged to sustain, despite a decline in deforestation activities at Gunung Palung National Park. Keywords: Gunung Palung National Park, forest conservation, deforestationMonitoring tutupan hutan untuk mengetahui aktivitas deforestasi di taman nasional penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan hutan di TN Gunung Palung dari tahun 1989 2018. Metode yang digunakan adalah visual dibantu dengan klasifikasi terselia dengan metode maximum likelihood. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah 18 citra Landsat tahun 1989 2018 path/row 121/61. Hasil penelitian menunjukkan sejak tahun 1989 TN Gunung Palung memiliki hutan primer seluas 97.148 hektar atau telah kehilangan 10% hutannya. Luas hutan primer menurun menjadi 72.684 hektar di tahun 1997 dan menjadi 69.851 hektar ditahun 2018. Saat ini kondisi tutupan hutan primer dalam kondisi stabil dengan hutan sekunder mencapai 25.050 hektar atau 26% dari luas TN Gunung Palung. Deforestasi di TN Gunung Palung disebabkan oleh pembalakan liar dan kebakaran hutan akibat pengaruh El Nio. Hasil analisis tidak ditemukan deforestasi di TN Gunung Palung selama rentang 2016 2018. Program konservasi harus tetap dilakukan walaupun telah terjadi penurunan aktivitas deforestasi di TN Gunung Palung.Kata kunci: Taman Nasional Gunung Palung, konservasi hutan, deforestasi
ANALISIS KEBERADAAN PAKAN ORANGUTAN DAN INDEKS SHANNON-WIENER PADA AREA REBOISASI ASRI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG Nurul Ihsan Fauzi; Erina Safitri; juliansyah juliansyah; farah diba
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 10, No 1 (2020): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v10i1.37900

Abstract

Gunung Palung National Park had lost 35% of its primary forests over the past 30 years. A forest restoration program is thus vital to restore the damaged forest ecosystems. This study aims to analyze the presence of orangutan food supply and Shannon-Wiener index at Alam Sehat Lestari (ASRI) restoration site in Gunung Palung National Park. The method applies a species data collection of orangutan food (in 91 sample plots) and calculation of Shannon-Wiener index (in six 2009's plots). The result depicted approximately 65 species from 25 families found in ASRI restoration site. Eighty percent of those species indicated orangutan food.  In addition, the restoration site is believed to prevent the orangutan conflict with a human due to food availability in restoration areas for orangutans. Analysis of the Shannon-Wiener index (H') demonstrated a value of H' = 2.789, which indicated that the reforestation forest was in stable condition. The effect of increasing biodiversity as characterized by orangutan nests at restoration sites escalates the presence of wildlife.Keywords: Forest Restoration, Gunung Palung National Park, OrangutanTaman Nasional (TN) Gunung Palung telah kehilangan 35% hutan primer selama 30 tahun terakhir. Program reboisasi diperlukan untuk mengembalikan ekosistem hutan yang telah rusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberadaan pakan orangutan dan indeks Shannon-Wiener di area reboisasi yang dilakukan oleh Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di kawasan TN Gunung Palung. Metode yang digunakan adalah monitoring terhadap 91 plot untuk identifikasi pakan orangutan dan 6 plot penanaman tahun 2009 untuk perhitungan indeks Shanon-Wiener. Hasilnya terdapat 65 spesies dari 25 suku yang ditemukan di lokasi reboisasi ASRI. Sebanyak 85% dari spesies tersebut adalah pakan orangutan. Selain itu, keberadaan area reboisasi membantu mencegah konflik ini karena orangutan dapat mencari makanan di area reboisasi. Analisis indeks Shannon-Wiener (H’) didapatkan nilai H’ = 2,789, yang menunjukkan hutan hasil reboisasi berada dalam kondisi menengah atau stabil. Efek peningkatan biodiversitas ditandai dengan sarang-sarang orangutan ditemukan di lokasi reboisasi dan keberadaan satwa liar telah meningkat. Kata kunci: Gunung Palung, Orangutan, Restorasi hutan