Alif Finno Fidzaky
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH PENGANGGURAN DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO Alif Finno Fidzaky; Joko Priyono
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo selama periode 2015–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah laju pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel independennya adalah jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara simultan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,225 > 0,05. Secara parsial, jumlah pengangguran juga tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,103 > 0,05, meskipun memiliki hubungan negatif dengan koefisien regresi sebesar -0,649. Demikian pula tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,536 > 0,05 dan koefisien regresi sebesar -0,798 yang menunjukkan hubungan negatif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,312 menunjukkan bahwa variabel jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan mampu menjelaskan variasi laju pertumbuhan ekonomi sebesar 31,2%, sedangkan sisanya sebesar 68,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.