Patricia Dwi Irwani Telaumbanua
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interaksi manusia dan gambaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari menurut Emanuel Levinas (kajian filosofis studi kasus pembunuhan mahasiswa di bali ) Pricilia Elisabet Siahaan; Ribka Cristine Sitorus; Patricia Dwi Irwani Telaumbanua; Yosua Altiel Siburian; Jungjungan Simorangkir
Jurnal Magistra Vol. 2 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v2i1.82

Abstract

Abstract. Murder cannot be separated from the environment around us. The problem of murder is widespread in today’s life. The aim of this research is to analyze the murder of Aldi Nababan at the Nusa Dua Koi Kos boarding house, Gang Kunci Jalan By Pass Ngurah Rai No.23,Benos, South Kuta (boarding room no. 1st floor)(boarding house),KAB.BANDUNG,SOUTH KUTA,BALI. This research uses studies. The murder that occurred at the Bali boarding house was used for in-depth exploration. Data collection using the internet was carrie out in depth. Based on the analysis, there is a relationship between Emmanuel Levinas’ theory and the murder case of Aldi Nababan. Where Emmanuel Levinas thought said that when we see humans that is where we see the existence of God. Incidents related to murder occurred in Bali because the perpetrator of the murder had no fear of seeing the existence of God in humans.
Disiplin Waktu sebagai Cerminan Kematangan Iman: Studi terhadap Naposo Paduan Suara di HKBP Pardomuan Silangkitang.(Efesus 5:15-16) Ruth Intan Sipahutar; Patricia Dwi Irwani Telaumbanua; Elsa Herawati Lubis
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji disiplin waktu sebagai cerminan kematangan iman dan kedewasaanrohani Naposo Paduan Suara di HKBP Pardomuan Silangkitang berdasarkan refleksi teologis Efesus 5:15–16. Permasalahan yang diangkat adalah adanya kesenjangan antara pengakuan iman dan praktikpenggunaan waktu dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemahamanteologis tentang waktu dengan tingkat kedisiplinan pelayanan. Metode yang digunakan adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui observasi partisipatif dan wawancara semiterstruktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota yang memiliki pemahaman iman yang lebihmendalam cenderung menunjukkan konsistensi, tanggung jawab, dan prioritas pelayanan yang lebih tinggi.Disimpulkan bahwa disiplin waktu bukan sekadar aspek administratif, melainkan indikator konkretkematangan iman yang terwujud dalam praktik pelayanan.Kata kunci: Disiplin Waktu, Efesus 5:15-16, Naposo HKBP Pardomuan Silangkitang, Kematangan Iman.