This Author published in this journals
All Journal Al'Adalah
Tauhedi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KRITIK PARADIGMA TEOLOGI ISLAM KLASIK: MEMBANGUN HERMENEUTIKA PEMBEBASAN MENURUT HASAN HANAFI Tauhedi
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma teologi Islam klasik tidak lagi mampu menjawab tantangan-tantangan kontemporer sebab perkembangan peradaban Barat mampu mengusai dunia Islam sehingga umat Islam terbelakang. Diantara pemikir Islam mencoba masuk ke dunia pemikiran Barat adalah Hasan Hanafi dengan gaya berpikir kiri Islam revolusioner. Dia mengkritik pemikiran Islam klasik berdasarkan hermeneutika pembebasannya dengan langkah kritik historis, kritik edietis dan kritik praksis. Hermeneutika yang digunakan adalah hermeneutika teoritis perspektif Gadamer dan hermeneutika fenomenologi perspektif Edmund Huserl sehingga corak berpikirnya Hasan Hanafi bercorak teks ke realitas, akidah ke rovolusi, dan dari logo ke praksis. Paradigma yang di usung adalah paradigma humanistik sehingga pemahamannya bercorak praksis. Maka model paradigma nalar keislaman Hasan Hanafi bercorak Islam antroprosentris-tranformatif yang berpusat pada pengangkatan derajat manusia, bukan membela Tuhan melainkan semata-mata membela kemanusiaan dari penindasan, eksploitasi dari kekuasaan penindas untuk mengangkat taraf kehidupan manusia yang manusiawi.
KRITIK NALAR ISLAM ARAB: TELAAH NALAR KRITIS EPISTEMOLOGI MOH ABID AL-JABIRI Tauhedi
Al'Adalah Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abid al-Jabiri sebagai pemikir utama dalam mengkaji perkembangan pemikiran Islam Arab yang berkembang di era kontemporer. Abid al-Jabiri dengan mengikuti langkah modernitas yang di bangun untuk mencoba memperkenalkan bangunan nalar epistemologinya pada dunia Barat, ia merupakan tokoh yang banyak mencatat pemikiran wacana lama dengan paradigma gaya baru sehingga orisinalitasnya bisa berdampak seperti yang ia bangun sampai sekarang masih menggema sebagai sebuah wacana pengetahuan. Paradigma tersebut menjadi pilihan yang tidak terelakkan, karena mampu mencakup segala yang berhubungan dengan sumber pengetahuan. Abid al-Jabiri mencoba mendasari keilmuan dengan tiga epistemologi, epistemologi nalar bayani, epistemologi nalar burhani dan epistemologi nalar irfani, yang menjadi nalar epistemologi Islam. Namun di sisi lain, pemikirannya banyak mendapatkan kritikan tajam, karena ada unsur subjektifitas yang ia lakukan, jika ada tokoh yang mendukungnya dari pemikirannya, maka ia catat dan mengalahkan pemikir atau pendapat yang lain. Namun setidaknya Abid al-Jabiri mampu membangun wacana nalar epistemologi dengan trilogi pemikirannya, maka wajar karena bagaimanapun juga al-Jabiri adalah manusia biasa yang mencoba membangun modernitas di dunia Islam tanpa kehilangan ruh Islamnya.