Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Reptile Diversity on Several Habitat Types Utilization Blocks of Integrated Educational Conservation Forest, Wan Abdul Rachman Great Forest Park Ihza Wijaya; Bainah Sari Dewi; Yulia Rahma Fitriana; Arief Darmawan
Journal of People, Forest and Environment Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v2i2.5663

Abstract

Reptiles are part of biodiversity which has an important role in maintaining the balance of the ecosystem, information on the diversity of reptiles in the Wan Abdul Rachman Forest Park (Tahura WAR) is very important to support reptile conservation efforts. This study aims to compare the diversity of reptiles in several different habitat types, 1) rivers, 2) secondary forests, 3) Shrubs. The method used in amphibian data collection is the Visual Encounter Survey (VES) with the transect method, the length of the transect line used is 300-400 meters with 6 repetitions for each habitat type. Data analysis by calculating the Shannon-Wiener species diversity index and evenness index. Identify the reptile using the manual. The results of observations found as many as 57 individuals consisting of 7 species and 5 families: Agamidae 2 species, Scincidae 1 species, , Lacertidae 1 species, Elapidae 1 species and Colubridae 2 species. There are 4 species of river, 6 species of secondary forest habitat, and 2 species of river habitat. The value of amphibian diversity in the river habitat type and secondary forest was categorized as moderate, and the bush habitat type was categorized as low, and the evenness value in three habitats, namely, river E=0.83, secondary forest E=0.76 and bush habitat E=0.96 with stable category.
Keanekaragaman Dung Beetle Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Bufferzone Lampung, Indonesia Bainah Sari Dewi; Shafa Fauzia Ranti; Candra Yoga Aditama; Rusita Rusita; Sugeng P Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i2.8413

Abstract

Dung beetle s live and develop in animal droppings and have a role as second-level seed dispersers. The aim of this research is to determine the level of diversity of beetles found in Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. The observation locations were carried out in three locations, namely rice fields dan rivers who located in Sumber Agung village, Suoh, Lampung Barat. This research used the Pit fall trap method or trap traps baited with goat and cow feces. because it is easy to get in the Suoh area and traps are installed in two places, namely rice fields and rivers. The diversity index value of dung beetle s in both habitats is included in the medium diversity category because it is in the diversity value interval: 1 ≤ H' ≤ 3 with the value of H' in rice fields = 1.24 and in rivers = 1.04. Species diversity is classified as moderate because there are not many species occupying the area and the individuals occupying the habitat are unique. Moderate species diversity indicates sufficient productivity and fairly balanced ecosystem conditions with moderate ecological pressure.
Perbandingan Biodiversitas Dung Beetle Pada Variasi Feses Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Dan Tahura Wan Abdul Rachman Shafa Fauzia Ranti; Bainah Sari Dewi; Gunardi Djoko Winarno; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8432

Abstract

Kehadiran dung beetle dapat menjadi indikator rusaknya habitat pada ekosistem hutan tropis, dan kumbang kotoran juga sensitif terhadap perubahan vegetasi, iklim mikro, dan hewan di habitatnya. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan biodiversitas dung beetle di Hutan Tamana Nasional Bukit Barisan Selatan dan Hutan Pendidikan Konservasi Tahura Wan Abdul Rachman  pada November 2023. Metode yang digunakan adalah metode trap, kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan mengidentifikasi variasi dan keanekaragamannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa biodiversitas dung beetle pada kedua lokasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan jumlah pada Hutan Taman Nasional Bukit Barisan ditemukan 7 individu dengan 5 spesies sedangkan pada Hutan Tahura Wan Abdul Rachman ditemukan 4 individu dengan 2 spesies. Ada lima jenis dung beetle yang ditemukan yaitu Catharsius molossus, Onthophagus sp, Aphodius marginellus, Sacbaeus sacer dan Oryctes rinocheros. Perbandingan biodiversitas kedua lokasi dikarenakan perbedaan suhu dan cuaca, vegetasi, dan keberadaan satwa besar. Variasi feses yang digunakan yaitu feses sapi dan feses kambing di mana berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa feses sapi lebih dominan disukai dung beetle.
Keanekaragaman Reptil Ordo Squamata di Taman Nasional Way Kambas Novguli Aldy Hartawan; Sugeng P. Harianto; Bainah Sari Dewi; Yulia Rahma Fitriana
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8475

Abstract

Rawa Bunder merupakan salah satu dari empat Resort Pengolahan Taman Nasional (RPTN) dengan luas wilayah 9.824,47 ha yang terletak hampir tengah – tengah kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Terdapat beberapa tipe habitat yang ada di TNWK seperti rawa, sungai, dan hutan dimana dapat ditemukan reptil di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman reptil ordo Squamata di RPTN Rawa Bunder Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada 20 Februari-31 Maret 2023. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode VES (Visual Encounter Survey) yang dikombinasikan dengan line transect. Populasi penelitian berupa semua jenis ordo squamata yang ada di RPTN Rawa Bunder Taman Nasional Way Kambas dengan hasil 6 famili dengan 7 spesies dan 104 jumlah individu. Indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang dengan nilai masing – masing pada habitat badan air sebesar 1,5, hutan sebesar 1,7, dan rawa sebesar 1,5.
Studi Perilaku Harian Rusa Timor (Cervus timorensis) Di Penangkaran Rusa Universitas Lampung Bainah Sari Dewi; Siti Neneng Nurjanah; Dian Iswandaru; Sugeng P. Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8534

Abstract

University of Lampung is one of the institutions that support the conservation of timor deer (Cervus timorensis) through ex-situ conservation in the form of captivity. In an effort to develop timor deer in captivity, it is necessary to know the daily behavior data. The purpose of this study was to determine the daily behavior of timor deer in deer breeding at Lampung University. This research was conducted for 10 days in October-November 2023, starting at 06.00-18.00 WIB. The method used was the scan sampling method, and the object of research was 11 individual timor deer. The results show that timor deer perform eating behavior with a percentage of 47.38%, rest 34.94%, move 16.59%, sharpen antlers 0.18%, hole 0.15%, and other behaviors 0.72%.
Faktor-Faktor Penyebab Kehadiran Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) Di Daerah Sekitar Jaringan Listrik Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Ade Irma Suryani; Bainah Sari Dewi; Robithotul Huda; Yulia Rahma Fitriana; Aris Subagio
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 1 (2024): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i1.8775

Abstract

Kukang Sumatera menjadi salah satu penyebab utama gangguan jaringan listrik di Lampung, khususnya yang menjadi spot temuan Kukang mati tersengat listrik paling besar adalah Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus Hampir sebagian besar Kukang ditemukan mati akibat korsleting listrik. Ancaman ini tentu berpotensi mengganggu infrastruktur jaringan listrik di wilayah Lampung, serta berpotensi menurunkan populasi Kukang Sumatera di habitatnya. Penelitian mengenai faktor-faktor penyebab kehadiran Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) di jaringan listrik bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kehadiran Kukang di jaringan listrik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang terdapat jaringan listriknya. Penelitian dilakukan pada dua sesi yaitu pukul 18.00-00.00 WIB dan pukul 00.00-06.00 WIB, dengan total waktu pengamatan 41 jam 5 menit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data diambil dengan metode observasi dan dokumentasi.. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran Kukang di jaringan listrik dan sekitarnya diantaranya adanya pohon pakan atau sumber pakan yang melimpah, kabel listrik sebagai media untuk berjalan dari pohon satu ke pohon lainnya, adanya gangguan habitat dari manusia, ketersediaan habitat, siklus reproduksi, kondisi iklim yang mendukung, dan adaptasi terhadap lingkungan urban.