Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Potensi Desa melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Sosial dan Lingkungan Mohammad Figur Nasikhul; Moh. Anang Abidin; Dewi Rezha Prameswari; Muhammad Muammar Zainal Abidin; Deni Pratama; Aisya Ayuni Astutik; Riska Nur Mindiana; Lulu Nazma Lailatul Muchlis; M Fardana A; Jezinka Lilah Amaliah; Muhammad Iqbal Wahyudi; Mochammad Wildan Mahendra; Ali Ahmad Miftahuddin; Muhammad Nafi' Cesario Pratama
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/he4hqh98

Abstract

Desa Pagerngumbuk yang terletak di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur dikenal memiliki lingkungan yang bersih, asri, dan tertata dengan baik sehingga menciptakan suasana nyaman bagi warga maupun pendatang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku aktif dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi solusi secara bersama. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya upaya pengembangan potensi desa sekaligus peningkatan citra wilayah sebagai desa yang peduli terhadap pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Selain memberikan dampak sosial bagi masyarakat, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial, keterampilan komunikasi, serta pengalaman pembelajaran kontekstual bagi pelaksana kegiatan, sehingga berkontribusi pada pembentukan karakter sosial yang lebih kuat dan berkelanjutan. Pagerngumbuk Village, located in Wonoayu District, Sidoarjo Regency, East Java Province, is known for its clean, beautiful, and well-organized environment, creating a comfortable atmosphere for both residents and visitors. This community service activity uses a Participatory Action Research (PAR) approach, an approach that positions the community as active actors in formulating, implementing, and evaluating solutions together. The results of the community service demonstrate efforts to develop the village's potential while simultaneously improving the region's image as a village that cares about education, health, and the environment. In addition to providing social impacts for the community, this activity also encourages the growth of social awareness, communication skills, and contextual learning experiences for the activity implementers, thus contributing to the formation of a stronger and more sustainable social character.
Pengaruh Digital Marketing dan Orientasi Pasar terhadap Kinerja Pemasaran Dimediasi oleh Inovasi Produk pada Usaha Mikro di Sidoarjo Aisya Ayuni Astutik; Muhafidhah Novie
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1800

Abstract

Peningkatan kinerja pemasaran usaha mikro tidak selalu dipengaruhi secara langsung oleh penerapan digital marketing maupun orientasi pasar. Penelitian ini menguji hubungan kedua variabel tersebut dengan mempertimbangkan peran inovasi produk selaku unsur mediator pada usaha mikro di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 88 responden yang dipilih Melalui teknik simple random sampling. Data dihimpun menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode SEM-PLS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Digital marketing serta orientasi pasar memberikan dampak positif terhadap inovasi produk, manakala kontribusi langsung dari kedua variabel tersebut atas kinerja pemasaran tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Inovasi produk terbukti memberikan kontribusi positif atas kinerja pemasaran sekaligus berperan sebagai penghubung dalam relasi digital marketing dan orientasi pasar dengan kinerja pemasaran. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pemasaran lebih efektif dicapai melalui kemampuan pelaku usaha menghasilkan inovasi produk dibandingkan hanya mengandalkan digital marketing atau orientasi pasar.