Self-confidence is an essential aspect of early childhood development that influences children’s ability to communicate, adapt, and participate in learning. However, many children still show low confidence, such as fear of making mistakes and reluctance to interact with others. This study aims to describe the management of macro role-playing activities—including planning, implementation, and evaluation—to develop self-confidence in group A children at TK Salafiyah Syafi’iyah Ajung Jember. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data condensation, presentation, and conclusion drawing, with triangulation for validity. The results show that macro role-playing is effectively managed through structured planning using teaching modules, engaging implementation with real-life materials, and comprehensive evaluation through observation, checklists, and anecdotal records. The activity helps children express themselves confidently, make decisions, and interact positively. Therefore, macro role-playing can serve as an effective pedagogical strategy to foster self-confidence in early childhood education. Abstrak Moderasi beragama perlu ditanamkan sejak usia dini untuk menumbuhkan sikap toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam masyarakat multikultural. Namun, banyak lembaga PAUD masih menghadapi tantangan dalam menerapkan nilai-nilai tersebut melalui metode pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan bermain peran pada anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi 23 Purwoharjo Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan enam informan, terdiri atas kepala sekolah, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran efektif dalam mengembangkan sikap toleransi, empati, kerja sama, dan saling menghargai antar anak. Selama bermain, anak belajar bergiliran, mengekspresikan perasaan, serta memahami perspektif orang lain dalam suasana yang menyenangkan. Temuan ini mendukung teori Vygotsky dan Moeslichatoen yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam membentuk perkembangan moral dan emosional anak. Dengan demikian, bermain peran dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di PAUD.