Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA KEKERASAN DAN PENDEKATAN HUMANIS DI SEKOLAH Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v4i1.1727

Abstract

Kekerasan yang semakin marak   tidak hanya terjadi di jalanan saja. Ternyata di sekolahpun dilanda hal serupa. Bukan perkara baru jika murid mengalami kekerasan dari oknum di sekolah, atau sesama murid. Bahkan ada pula orangtua yang berduel dengan guru karena persepsi yang mereka miliki. Meskipun tidak separah dengan kekerasan di jalanan, namun kekerasan di sekolah efeknya bisa berdampak  bagi psikhis anak didik. Trauma, stress, hingga depresi dapat mereka alami. Kebimbangan,  Kejenuhan, serta ketakutan, menjadi  bayang - bayang yang tak berkesudahan. Selanjutnya pendekatan humanis ini sebagai upaya  agar kekerasan bisa dicegah. Minimal dapat dikurangi. Pendekatan dengan cara memanusiakan manusia, karena secara kodrati mereka diberi keunikan serta kemampuan yang beragam oleh Tuhan. Pendekatan humanis cenderung menggugah kepekaan sekolah, guru, murid, orangtua, masyarakat agar mampu membangun empati dan simpati atas keunikan dan kemampuan setiap manusia yang berbeda.  Pendekatan humanis menjadi bagian dari aktivitas pendidikan mampu mengaktualisasikan ajaran agama (Islam) yang rahmatal lil ‘alamiin bagi semua makhluk. Sehingga dapat menumbuhkan perilaku menghargai, menghormati, menerima, orang lain secara optimal. Tujuan akhir dimaksudkan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan, berguna untuk sesama, mampu memberi kemaslahan individu serta sosial secara harmonis dan seimbang.Kata kunci : kekerasan, humanis, dan sekolah
KONSEP SIAGA BENCANA BERDASARKAN PRINSIP – PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3119

Abstract

Lembaga pendidikan baik formal maupun non formal masih sedikit pengetahuannya tentang siaga bencana serta apa yang harus dilakukan bila bencana itu datang terutama saat proses pembelajaran berlangsung. Terlebih Indonesia sebagai wilayah rawan bencana di dunia. Bahkan bencana yang datang hanya sekedar diratapi namun belum ada upaya konkret untuk mengatasinya. Tujuan penulisan konsep dasar siaga bencana untuk mendiskripsikan dasar siaga bencaa berdasarkan prinsip pendidikan Islam, yaitu prinsip integral dan seimbang, prinsip bagiandari rububiyah, prinsip membentuk manusia seutuhnya, prinsip selalu berkaitan dengan Allah SWT dan agama, prinsip terbuka, menjaga perbedaan individual, prinsip pendidian Islam dinamis, akan menjadikan suatu konsep baru bahwa latihan siaga bencanamerupakan penekanan berbuat baik, terampil dan bermanfaat. Melalui metode latihan terpadu sebagai penjabaran dari siaga bencana untuk menumbuhkan keterampilan anak didik agar mereka secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kecakapan hidup dalam mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan langkah-langkah yang tepat guna serta berdaya guna. Kesimpulan dari penulisan konsep siaga bencana ini agar sekolah mampu terampil, tabah, serta tanggap manakala bencana alam itu datang. bahwa penyelenggaraan siaga bencana berdasarkan prinsip – prinsip pendidikan Islam mampu dijadikan rujukan sebagai desain latihan siaga bencana yang terintegratif antara siaga bencana dengan prinsip pendidikan Islam Selanjutnya bagi guru, serta pimpinan lembaga pendidikan dapat mengenalkan kepada anak didiknya tentang tanggap bencana, antisipasi terjadinya bencana di saat proses pembelajaran, lalu bagaimana meminimalisir resiko yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Kata kunci : Konsep dasar - Siaga bencana – prinsip pendidikan Islam Abstract CONCEPT ALERT DISASTER BASED ON ISLAMIC EDUCATION PRINCIPLES by Kholfan Zubair Taqo Sidqi Educational institutions, both formal and informal, still have very little knowledge about disaster preparedness and what to do if the disaster comes especially during the learning process. Moreover, Indonesia as a disaster-prone region in the world. Even the disasters that came were only exorcised but there were no concrete efforts to overcome them. The purpose of writing the basic concept of disaster alert is to describe the basis of disaster alert based on the principles of Islamic education, namely the principle of integral and balanced, the principle of part of from divinity the principle of forming a whole person, the principle is always related to Allah SWT and religion, the principle is open, maintaining individual differences, Islamic education principles dynamic will make a new concept that disaster preparedness training is a sensitivity to doing good, skilled and useful. Through integrated training methods in schools with PMR extracurricular and Scouting Extracurricular as a translation of disaster preparedness to foster students' skills so that they actively develop their potential to have life skills in anticipating disasters through organizing and effective and efficient steps. The conclusion from the writing of this concept of disaster alert so that students are skilled, resilient, and responsive when the natural disaster come. That the implementation of disaster preparedness based on the principles of Islamic education can be used as a reference as an integrated disaster preparedness training design between disaster preparedness with the principles of Islamic education. Keywords: Basic concepts - Disaster preparedness - Islamic education principles
AKTUALISASI KEGIATAN BELA NEGARA DI SEKOLAH Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2209

Abstract

AbstrakSekolah bukan hanya tempat sekedar menuntut ilmu pada dimensi formal saja. Sekolah sebagai tempat untuk belajar, beraktualisasi, serta bersosialisasi sebagai bagian dari kebutuhan peserta didik. Jika sekolah hanya tempat untuk menuntut ilmu dan mendapat ijazah, maka persepsi tersebut kurang tepat. Banyak sekali kontribusi sekolah bagi generasi muda Indonesia. Segala aspek formal keilmuan mereka dapatkan di sekolah. Lebih dari itu,  sekolah sebagai kawah candradimuka, atau  lembaga pendidikan formal memiliki tugas penting dalam rangka menyiapkan generasi muda yang siap pakai. Sekolah juga sebagai wahana untuk mendidik para anak bangsa menjadi bertaqwa,terampil, berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, serta sehat jasmani dan rohani. Penyelenggaraan bela negara di sekolah disadari atau tidak direalisasikan  melalui pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, upacara bendera, penyelenggaraan ibadah di sekolah, kegiatan ekstrakulikuler seperti Pramuka, PMR, Karawitan, seni tari,  sebagai  kegiatan yang sarat bermuatan pembentukan karakter, kepedulian kepada sesama, serta kecintaan kepada budaya asli nusantara. Tentunya sekolah telah menyelenggarakan kegiatan bermuatan bela negara sesuai dengan usia, fisik, psikhis, peserta didik. Kata kunci: Aktualisasi, Bela Negara, dan Sekolah  AbstractSchool is not just a place to study science in the formal dimension only. School as a place to learn, actualize, and socialize as part of the needs of learners.If the school is just a place to study.and get a diploma, then the perception is less precise. Lots of school contribution for the young generation of Indonesia. All formal aspects of scholarship they get in school.Moreover, the school as a crater candradimuka, or formal educational institution has an important task in order to prepareyoung generation ready to use. The school is also a vehicle to educate the children of the nation to become devoted, skilled, virtuous noble character, love the homeland, andas well as physically and mentally healthy. The organization of state defense in schools is realized or not realized through religious education, civic education, ceremony of flag, organizing worship in schools, extracurricular activities such as Scouting, Youth Redcross, Karawitan, dance, as a loaded activitywhich is full of character formation, caring for others, and love for indigenous cultureindigenous culture of archipelago. Obviously the school has organized activities defending the state according to age, physical, psychological, learners.Keywords: Actualization, State Defense, and School