Kecerdasan alami adalah kemampuan individu untuk mengenali dan menghargai lingkungan sekitar melalui pemahaman yang mendalam tentang berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Seseorang yang memiliki kecerdasan alami yang optimal cenderung menunjukkan minat dalam menganalisis perbedaan dan persamaan, merawat lingkungan, dan mengklasifikasikan flora serta fauna. Penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kecerdasan alami sejak dini agar mereka dapat lebih peka terhadap alam sekitar dan belajar untuk menjaga lingkungan. Namun, hasil observasi di SPS TAAM Al Fauziyah menunjukkan beberapa kelemahan terkait kecerdasan alami, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kurangnya pemahaman anakanak tentang lingkungan. Meskipun demikian, peneliti telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kecerdasan alami anak-anak melalui pendekatan saintifik 5M (mengamati, menalar, mengumpulkan informasi, menanya, dan mengkomunikasikan). Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Mc Taggart yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan penyesuaian. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak usia 5-6 tahun, sedangkan objek penelitian adalah pengembangan kecerdasan alami melalui pendekatan saintifik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecerdasan alami anak-anak setelah penerapan pendekatan saintifik. Pada awal observasi pra-tindakan, kecerdasan alami rata-rata hanya sebesar 28,75%. Namun, pada siklus I meningkat menjadi 35,5%, pada siklus II meningkat lagi menjadi 72%, dan pada siklus III mencapai 83,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik efektif dalam meningkatkan kecerdasan alami anak usia 5-6 tahun di SPS TAAM Al Fauziyah Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya