Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arsitektur Ergonomi pada Fasilitas Komersil Living World Mall di Denpasar Bali Frysa Wiriantari; Desak Made Sukma Widiyani
ARCHIHUMANUM Vol 1 No 2 (2023): October
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v1i2.22

Abstract

Living Word Mall is a commercial facility located on Jalan Gatot Subroto Timur, North Denpasar. Its attractive design invites a lot of people's attention to visit. As a commercial facility that accommodates many users, especially visitors, Living World Mall should apply ergonomic architecture as part of its design. This research will focus on the implementation of ergonomics architecture at the Living World Mall commercial facility in Denpasar Bali in terms of safety, comfort and productivity. These three things will be accompanied by accessibility facilities such as ramps and stairs, space spacing and building health (building physics) which are applied to Living World Mall commercial buildings. This study used descriptive qualitative method. Some of the primary data were obtained from field observations and also the results of interviews with visitors who were active in the mall. Interviews with users were conducted to find out the problems that exist at the research locus to find alternative solutions. The purpose of this research is to examine the use of ergonomic architecture in Living World Mall. The use of qualitative descriptive research methods can be used as a reference in our research because we aim to describe the conditions observed specifically in this area. The results of the study show that the design of Living World Mall has implemented a design that refers to ergonomics for its users. Although there are several parts that need more emphasis primarily related to safety, comfort and productivity factors.
KONSEP PENATAAN SUNGAI BADUNG SEBAGAI RECREATIONALWATERFRONT PADA KAWASAN TAMAN PANCING, DENPASAR A. A. Ayu Sri Ratih Yulianasari; Desak Made Sukma Widiyani; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja; Frysa Wiriantari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waterfront adalah daerah/bagian kota yang berbatasan dengan air, yang menyediakan sarana-sarana dan prasarana untuk kegiatan rekreasi, seperti taman, arena bermain, tempat pemancingan, dan fasilitas untuk kapal pesiar. Adanya upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui pemberberdayaan masyarakat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kawasan waterfront, Sungai Badung pada Kawasan Taman Pancing, Denpasar berkembang menjadi salah satu objek recreational waterfront yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Tingginya daya tarik sungai pada kawasain ini ternyata menimbulkan persoalan tersendiri bagi lingkungan. Belum tertatanya peruntukan kawasan sekitar menimbulkan permasalahan yang jika tidak segera diatasi akan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melahirkan konsep penataan bagi kawasan sekitar Taman Pancing yang diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dan pemangku kebijakan terkait kemana arah pembangunan sungai di kawasan Taman Pancing ini. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, penelitian ini memaparkan permasalahan yang terjadi dan memberikan alternatif pemecahan dari permasalahan tersebut. Konsep penataan yang direkomendasikan terdiri dari tiga aspek utama: arsitektur, keteknikan, dan sosial-budaya-ekonomi. Aspek arsitektur membagi zona inti sungai dirancang sebagai ruang terbuka hijau dengan fasilitas jogging track, dermaga kecil, dan spot memancing. Zona penunjang menyediakan pusat kuliner dan perbelanjaan untuk menjaga ekosistem sungai dari pencemaran. Zona parkir disebar di beberapa titik untuk mengurangi kemacetan dan mendorong perekonomian lokal. Aspek keteknikan menekankan pengelolaan drainase dan pengelolaan sampah dengan pendekatan ekologis. Konsep ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan sungai.