Suharyanto Suharyanto
SPs UPI Pendidikan Bahasa Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENYIASATI KEGAGALAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING Suharyanto Suharyanto
Riksa Bahasa Vol 4, No 2 (2018): Riksa Bahasa Vol. 4 No. 2 November 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v4i2.16382

Abstract

Bahasa selalu ditujukan kepada seseorang yang diharapkan menerima pesan. Penutur dalam melakukan aktivitas berbahasa berusaha untuk merefleksikan nilai-nilai kultural (cultural values). Kesuksesan dalam bercakap ditentukan oleh siapa dan kepada siapa tuturan itu dialamatkan. Tuturan pembuka dan penutup juga dipengaruhi oleh kultural, dan hal ini cukup sulit. Kedudukan bahasa Inggris di Indonesia sebagai bahasa asing. Menyadari pentingnya kehadiran bahasa Inggris sebagai instrumen komunikasi antar benua, maka diajarkannya bahasa tersebut sebagai mata pelajaran wajib untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) bahwa Perguruan Tinggi (PT). Pelaksanaan pembelajaran tiap-tiap tingkatan atau satuan pendidikan memiliki perbedaan sesuai dengan kebijakan pembuat kurikulum. Secara sederhana tujuannya sama yaitu siswa atau anak didik memiliki kompetensi berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dengan warga negara lain/asing. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, questionnaire, dan metode wawancara. Metode observasi dilakukan dengan cara menyimak atau mengamati peristiwa yang terjadi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris dengan teknik dasar, sadap, dan teknik lanjutannya yaitu teknik catat dan rekam. Faktor yang mencolok mempengaruhi kegagalan pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi adalah (1) jumlah mahasiswa dalam satu kelas terlalu banyak (2) dosen lebih banyak mengajarkan content atau unsur teori (3) metode pembelajaran menggunakan metode indirect bukan direct (4) komunikasi di luar kelas tidak menggunakan bahasa Inggris (5) jumlah jam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam sehari sangat minim.