Pendahuluan: Tingkat kesadaran tentang kanker serviks dan skriningnya masih sangat rendah di antara perempuan usia dewasa. Pengetahuan yang mencakup tentang risiko, gejala dan pencegahan juga masih sangat rendah. Wanita yang tidak tahu tentang kanker serviks akan berakibat pada rendahnya perilaku skrining serviks yang merupakan hambatan utama pada skrining serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan wanita tentang kanker serviks dengan perilaku dalam pemeriksaan IVA Test. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan populasi dan sampel adalah semua wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Jatiwangi Kabupaten Majalengka pada tanggal sebanyak 35 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan tentang kanker serviks dengan kategori kurang yakni sebanyak 17 responden (48,6%), kategori cukup 12 responden (34,3%), dan kategori baik sebanyak 6 responden(17,1%), wanita usia subur yang tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA test sebanyak 27 responde (77,2%) dan yang pernah melakukan pemeriksaan IVA Test sebanyak 8 responden (22,8%). Hasil analisa bivariate dengan menggunakan uji statistic chi square menggunakan SPSS versi 24, didapatkan nilai p value sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai alpha 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks dengan perilaku pemeriksaan IVA Test, karena H0 ditolak. Perlu melibatkan banyak pihak terkait sepeti keluarga, kader, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk dapat memberikan edukasi dini tentang skrining kanker serviks sehingga bahaya kanker serviks dapat diatasi sedini mungkin.