ARIEF JANUWARSO
Universitas Bojonegoro

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELAKSANAAN DANA DESA DI DESA RAHAYU KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN (suatu studi di Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur) Arief Januwarso
JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 2 No. 2 (2018): JIAN - Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017. Peraturan ini menjadi salah satu dasar hukum serta pedoman penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara umum, prioritas penggunaan Dana Desa 2017 tetap ditujukan pada dua bidang yakni pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, adapun ketrlibatan masyarakat di dalam proses sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program berjalan baik, namun untuk pelaporan pertanggungjawaban program kurang berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Pelaksanaan Dana Desa. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling , adapun informan teriventarisir sejumlah 41 orang. Analisis data menggunakan data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan dana desa di Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban sudah cukup baik.
Evaluasi Peraturan Menteri Desa Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Program Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa (POSYANTEKDES) Abadi, Ragil; Januwarso, Arief; Taufiq, Ahmad; Suprastiyo, Ahmad
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 8 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v8i2.876

Abstract

Evaluasi kebijakan merupakan suatu proses yang ditempuh seseorang untuk memperoleh informasi yang berguna untuk menentukansejauh mana kebijakan dijalankan, karena penentuan atau keputusan semacam ini tidak diambil secara acak, maka alternatif-alternatif itu harus diberi nilai relatif, karenanya pemberian nilai itu harus memerlukan pertimbangan yang rasional berdasarkan informasi untuk proses pengambilan keputusan.Tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran Peraturan Menteri Desa PDTT No.23 Tahun 2017 Tentang Program Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa di Kabupaten Blora. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari William Dunn tentang indikator evaluasi kebijakan yaitu : 1) Efektivitas; 2) Efisiensi; 3) Kecukupan; 4) Pemerataan; 5) Responsivitas; 6) Ketepatan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasli penelitian yang telah dikemukakan, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dalam Program Posyantekdes dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Blora sudah berjalan, namun belum secara optimal. Sebagian besar Posyantekdes yang ada belum aktif menjalakan kegiatan yang ada, yang mana masih didasari oleh kegiatan mengabdi. Peneliti menemukan data dari 10 kecamatan yang telah dibentuk Posyantekdes pada tahun 2021 baru 13 desa yang telah mendapatkan pendanaan, yang mana dari 13 desa tersebut baru beberapa desa yang aktif dan telah berproduksi serta telah melakukan pemberdayaan kepada masyarakat sekitar.
Implementasi Program Universal Health Coverage (UHC) Terkait Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Bojonegoro Prasmita, Wiwin Eka; Januwarso, Arief; Musta'ana, Musta'ana; Taufiq, Ahmad
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 8 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v8i3.1064

Abstract

Universal Health Coverage (UHC), berarti bahwa semua orang memiliki akses ke rangkaian penuh layanan kesehatan berkualitas yang mereka butuhkan, kapan dan di mana pun mereka membutuhkannya, tanpa kesulitan keuangan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan, bahwa dengan program UHC, Pemkab Bojonegoro sekarang mengcover seluruh biaya pengobatan masyarakat yang sakit, pemerintah berharap masyarakat segera mengurus BPJS Kesehatan, karena saat ini sudah diatas 95 % sudah punya BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan terkait implementasi program Universal Health Coverage (UHC) terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk memahami fenomena atau gejala secara mendalam, kompleks, dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan hasil bahwa implementasi kebijakan dalam program Universal Health Coverage (UHC) mengacu pada teori dari Van Meter dan Van Horn (1975) adalah Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bojonegoro bertujuan untuk menyediakan akses kesehatan yang merata dan berkualitas, masih terdapat laporan kecelakaan yang belum tertangani, yang menunjukkan bahwa implementasi program seperti SIAGA BRO 119 belum sepenuhnya efektif.
Inovasi Pelayanan Ritmik Enerjik di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Rahmawati, Wahyu Ambar; Januwarso, Arief; Suhindarno, Heny; Novianto, Herta
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 9 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v9i1.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sebuah inovasi pelayanan yang disebut Ritmik Enerjik yang diterapkan di RSUD R Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro. Inovasi ini dianalisis dengan menggunakan teori Difusi Inovasi dari Rogers. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan Ritmik Enerjik sebagian besar memenuhi atribut inovasi menurut teori Rogers. Namun, masih ada beberapa masalah, seperti kesulitan masyarakat dalam pemahaman dan interaksi dengan program, kurangnya pemahaman esensi inovasi oleh pihak rumah sakit, kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan program, dan ketidaksesuaian program dengan yang seharusnya. Selain itu, terdapat kekurangan dalam jumlah tenaga kerja yang diperlukan dan beberapa petugas yang belum mengikuti pelatihan. Untuk memperbaiki masalah-masalah tersebut, RSUD R Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro perlu melakukan secara rutin agar inovasi pelayanan Ritmik Enerjik dapat memberikan pelayanan terbaik.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMP NEGERI DI KABUPATEN BOJONEGORO ARIEF JANUWARSO
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 1 No. 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v1i1.54

Abstract

Program BOS merupakan bagian dari block grant Pemerintah untuk dimanfaatkan dalam pembiayaan kegiatan operasional yang diberikan langsung kepada sekolah, termasuk sekolah-sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang telah mendapatkan BOS sejak tahun 2005. Keberagaman karakteristik wilayah Kabupaten Bojonegoro memiliki pengaruh tersendiri dalam pelaksanaan Program BOS. Dengan adanya perbedaan karakteristik fisik, sosial, ekonomi dan kependudukan antar wilayah kecamatan, menyebabkan terjadinya perbedaan pelaksanaan Program BOS di Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif (decriptive research). Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah(1) Persiapan Program BOS, (2) melakukan pendataan sekolah dan siswa, (3) Melakukan sosialisasi/pelatihan kepada sekolah, dan (4) Monitoring dan evaluasi Program BOS. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri di Kabupaten Bojonegoro, yang berjumlah 56 SMP negeri. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut: (1) Penelitian Kepustakaan (Library Research), (2) Penelitian lapangan (Field Research), (3) Pengamatan (observasi), dan (4) Wawancara (interview). Data diolah dengan cara: (1) Coding, (2) Editing, dan (3) Tabulating. Metode analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini, adalah analisa kualitatif-deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Pelaksanaan tahap persiapan program BOS sudah dilakukan dengan baik, (2) Telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan dengan sangat baik, (3) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi program BOS telah dilakukan dengan baik, (4) Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS tingkat kabupaten masih ditemukan ada masalah berkaitan dengan pelaksanaan program BOS dan sudah ada sosialisasi dan rekomendasi pada Tim Manajemen BOS sekolah untuk melakukan pembenahan pembukuan dan pembelajaran agar sesuai juknis, (5) Untuk hasil monitoring dan evaluasi yang diisi oleh kepala sekolah menunjukkan bahwa apabila ada kendala berupa kelebihan atau kekurangan dalam alokasi dana BOS yang diterima sudah dilaporkan kepada Tim manajemenBOS tingkat Kabupaten, (6) Angka putus sekolah di SMP Negeri setelah adanya program BOS sudah tidak ada lagi, (7) Secara keseluruhan Implementasi Program BOS pada SMP Negeri di Kabupaten Bojonegoro telah dilaksanakan dengan baik
PERANAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (LPMD) DALAM PEMBANGUNAN DESA ( Suatu Studi di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro) Arief Januwarso
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i1.67

Abstract

Permendagri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa, untuk selanjutnya disingkat LKMD atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, untuk selanjutnya disingkat LPM adalah Lembaga atau wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra Pemerintah Desa dan Lurah dalam menampung dan mewujudkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan. Adapun peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro dirasa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam pembangunan desa. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling , adapun informan teriventarisir sejumlah 41 orang. Analisis data menggunakan data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Dalam Pembangunan Desa belum optimal.
PELAKSANAAN DANA DESA DI DESA RAHAYU KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN (suatu studi di Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur) Arief Januwarso
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v2i2.80

Abstract

Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017. Peraturan ini menjadi salah satu dasar hukum serta pedoman penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara umum, prioritas penggunaan Dana Desa 2017 tetap ditujukan pada dua bidang yakni pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, adapun ketrlibatan masyarakat di dalam proses sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program berjalan baik, namun untuk pelaporan pertanggungjawaban program kurang berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Pelaksanaan Dana Desa. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling , adapun informan teriventarisir sejumlah 41 orang. Analisis data menggunakan data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan dana desa di Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban sudah cukup baik.
Implementasi Pelatihan Keterampilan Bagi Remaja Putus Sekolah di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja Bojonegoro (Studi di Unit Pelaksana Teknis PSBR Bojonegoro) Novianto, Herta; Sugiyono; Taufiq, Ahmad; Januwarso, Arief
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 9 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v9i2.1251

Abstract

Tingginya angka remaja putus sekolah di Jawa Timur, khususnya dari keluarga kurang mampu, menimbulkan permasalahan sosial yang kompleks. Salah satu upaya penanganannya dilakukan melalui pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelatihan keterampilan bagi remaja putus sekolah di lembaga tersebut, menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, yang mencakup variabel komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan cukup efektif, terutama dalam aspek komunikasi yang jelas dan komitmen tinggi dari pelaksana. Pelatihan memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan dasar, kepercayaan diri, dan kesiapan kerja peserta. Namun, beberapa kendala ditemukan pada aspek sumber daya seperti fasilitas pelatihan yang belum memadai dan durasi program yang hanya enam bulan. Selain itu, koordinasi antarbagian dalam struktur birokrasi masih belum optimal. Kesimpulannya, program pelatihan ini bermanfaat, tetapi memerlukan penguatan dalam aspek teknis dan struktural agar dampaknya lebih berkelanjutan. Keterbatasan penelitian terletak pada lokasi tunggal dan pendekatan deskriptif. Untuk itu, direkomendasikan agar penelitian lanjutan menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed methods serta membandingkan pelaksanaan di beberapa UPT serupa guna memperluas generalisasi hasil.
Village Financial Management Through Good Governance: Challenges Faced by Village Governments in Managing Village Funds Ahmad Suprastiyo; Januwarso, Arief; Junadi, Junadi
Journal of Social and Policy Issues Volume 5, No 3 (2025) July - September
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v5i3.519

Abstract

The purpose of this study is to analyze the financial management model of villages through the principles of good governance. The research methodology uses a qualitative method with a case study design, data collection through observation techniques, in-depth interviews, and document analysis. Data validity is ensured through triangulation of sources and data collection methods. The research informants consist of 17 individuals, including the Village Secretary, Village Treasurer, Village Council, Village Consultative Body, Department of Village Community Empowerment, Inspectorate, and Village Community. Data analysis includes data collection, data display, data condensation, and conclusion drawing/verification. The research findings indicate that accountability is in place, but it is not accompanied by a strong commitment from the Village Head. Community participation focuses on the results of development rather than monitoring or supervising budget use. The use of the village website for financial transparency is still minimal. In terms of the rule of law, there is still non-compliance with regulations in village financial management, necessitating the concept of preventive oversight. The limitations of this study are related to the key informant, the Village Head of Kapas, who could not be interviewed due to legal proceedings, and the study did not include aspects of equality, vision, strategy, responsiveness, and consensus-oriented principles in village financial management. These limitations can serve as recommendations for future research. The implications of this study are the development of concepts for financial management in village governance in Indonesia
Efektivitas Pelatihan Keterampilan Remaja Putus Sekolah di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Bina Remaja Bojonegoro Regitawati, Hanum; Januwarso, Arief; Arifin, Moch Zainal
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 10 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v10i1.1815

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas program pelatihan keterampilan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Bojonegoro, yang didirikan untuk mengatasi tingginya angka putus sekolah remaja di Jawa Timur dan kerentanan mereka terhadap masalah sosial, dengan tujuan membekali mereka kemampuan mandiri dan produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan kunci. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator efektivitas yang dikemukakan oleh John P. Campbell, mencakup keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan, output-input, serta pencapaian tujuan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan keterampilan di UPT PSBR Bojonegoro cukup efektif dalam mencapai tujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis praktis, sehingga sebagian di antaranya berhasil membuka usaha sendiri sesuai bidang yang ditekuni. Proses pelaksanaan program telah dilakukan secara terstruktur dengan menyediakan fasilitas peralatan yang lengkap. Program ini juga memberikan dampak positif pada pengembangan soft skill peserta, seperti peningkatan kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, dan komunikasi yang baik.