This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Sri Rochani
gunadarma university

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKEMA PERSELINGKUHAN DALAM PERNIKAHAN DAN INTENSI UNTUK MENIKAH PADA WANITA DEWASA MUDA YANG ORANGTUANYA BERSELINGKUH Dian Adriani; Sri Rochani
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang mengetahui perselingkuhan orang tuanya memiliki skema pernikahan yang di dalamnya terdapat perselingkuhan, yang akan mempengaruhi perilaku mereka untuk menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan skema perselingkuhan dalam pernikahan dengan intensi untuk menikah pada wanita dewasa muda yang orang tuanya selingkuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan skema perselingkuhan dalam pernikahan dengan intensi untuk menikah tidak signifikan. Selain itu juga diketahui bahwa meskipun skema perselingkuhan dalam pernikahan yang dimiliki responden adalah negatif tetapi intensi untuk menikah tetap cenderung tinggi
SOSIALISASI GENDER OLEH ORANGTUA DAN PRASANGKA GENDER PADA REMAJA Dewi Ashuro Itouli Siregar; Sri Rochani
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori belajar sosial, perlakuan orangtua yang berbeda secara tradisional terhadap anak laki-laki dan perempuan dipercaya sebagai salah satu sumber prasangka gender. Untuk membuktikan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosialisasi gender oleh orangtua dengan prasangka gender pada remaja. Partisipan terdiri atas 106 perempuan dan 94 pria di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan gender (hostile sexism) pada remaja pria lebih tinggi daripada perempuan. Sebaliknya, perempuan memiliki penerimaan gender (benevolent sexism) yang lebih tinggi daripada pria. Diketahui pula bahwa orangtua menerapkan sosialisasi gender yang lebih tradisional pada remaja perempuan. Responden dari ibu yang lebih dominan ternyata memiliki penerimaan gender yang lebih tinggi. Juga ditemukan adanya hubungan karakteristik demografis berupa usia, tingkat pendidikan, dan status bekerja pada ibu dengan prasangka gender. Berdasarkan analisis korelasi Pearson, tidak terbukti bahwa sosialisasi gender oleh orangtua berhubungan dengan prasangka gender secara umum, maupun dengan penerimaan gender pada remaja pria dan perempuan. Namun demikian, ditemukan bahwa sosialisasi gender oleh orangtua memiliki hubungan dengan penolakan gender pada remaja pria meskipun tidak pada remaja perempuan.