This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Kristina Martha
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI PEMAAFAN DENGAN MODEL PROSES DARI ENRIGHT UNTUK MEMBANTU REMAJA KORBAN PERCERAIAN DALAM MEMAAFKAN ORANG TUA Kristina Martha; Ni Made Taganing Kurniati
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i1.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi pemaafan (forgiveness) model Enright dengan empat tahap dalam proses pemaafan, yaitu uncovering, decision, work, deepening untuk memfasilitasi pemaafan terhadap orang tua pada remaja korban perceraian. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan embedded concurrent mixed methods merupakan merupakan metode campuran yang menerapkan satu tahap pengumpulan data data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang remaja perempuan, berusia 20 tahun dan memiliki orang tua yang telah bercerai dan berjumlah satu orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kerja, lembar observasi dan skala yang terdiri dari Skala Decesion Forgiveness Scale (DFS), Skala Transgression Related Interpersonal Motivations (TRIM) dan Emotional Forgiveness Scale (EFS). Penelitian ini menghasilkan modul terapi pemaafaan model proses dari Enright disusun berdasarkan empat tahapan. Terapi pemaafan yang dilakukan dalam penelitian ini juga terbukti efektif diberikan pada remaja korban perceraian orang tua guna memaafkan orang tuanya. Hal ini dapat dilihat dari adanya pergerakan kondisi dari subjek penelitian sebelum dan setelah pemberian intervensi. Berdasarkan jurnal harian (homework) yang dicatatkan subjek juga menunjukkan emosi atau respon negatif cenderung menurun dan lebih banyak muncul emosi atau respon positif yang lebih tinggi. Hasil pre-test dan post-test juga memperlihatkan adanya pergerakan skor ke arah yang lebih baik.