This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Selu Margaretha Kushendrawati
Universitas Gunadarma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ILMU JIWA MENURUT KI AGENG SURYOMENTARAM: KAJIAN FILOSOFIS-PRAKSIS Selu Margaretha Kushendrawati
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam perspektif filosofis- praksis. Seluruh dataselain ditelusuri melalui bahan bacaan seperti buku dan jurnal ilmiah filsafat maupunpsikologi, juga berdasarkan wawancara dengan nara sumber terutama dengan dr. GrangsangSuryomentaram, SKM (salah seorang putera Ki Ageng Suryomentaram). Ki AgengSuryomentaram (1892- 1962) adalah seorang praksisi moral yang konsisten. Ia berjuangdalam memerdekakan Indonesia dan turut mendirikan Taman Siswa bersama Ki HajarDewantara (1922). Ilmu Jiwa menurut Ki Ageng Suryomentaram merupakan salah satupemikiran epistemologis Ki Ageng Suryomentaram tentang bagaimana mengusahakan agarorang bisa menjadi “Aku bukan Kramadangsa” yaitu Aku yang otonom, berkesadaran penuh,dapat mengendalikan emosi serta dapat memilih apa yang baik bagi diri sendiri maupun bagiorang lain/ liyan/ The Other. ‘Aku bukan Kramadangsa’ berarti Aku yang telah mencapaijiwa abadi karena ia telah dapat mengalahkan pergumulan pribadinya sendiri melawanKramadangsa/ pengetahuan- pengetahuan tak berguna dan yang seringkali mengintervensidiri sendiri.AbstractThis is a qualitative research in the perspective of praxis philosophy. All data were taken fromreading texts, books, scientific journals on philosophy and psychology, and the interviewswith many resource persons, one of whom is dr. Grangsang Suryomentaram, SKM (one of thechildren of Ki Ageng Suryomentaram’s). Ki Ageng Suryomentaram (1892-1962), a consistentmoral praxis, struggled for the Indonesian independence and actively established TamanSiswa Institute in cooperation with Ki Hajar Dewantara (1920). Ki Ageng Suryomentaramdefined psychology as an epistemological thought of Ki Ageng Suryomentaram on how peoplebecome “Aku bukan Kramadangsa”, meaning that I am an autonomous person, fullyconscious, can control my emotion and can select good deeds for myself and for “the other”.“Aku bukan Kramadangsa” means that I have achieved the eternal soul because I havecontrolled my own struggling against Kramadangsa - useless knowledge and the knowledgewhich interferes our own self.