Ahmad Hufron
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam dalam Kajian Tokoh (Studi Pemikiran al Qabisi) Ahmad Hufron
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2021): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v13i1.126

Abstract

Al-Qabisi merupakan salah satu tokoh pendidikan dan seorang pemikir yang mempunyai kredibilitas tinggi dan peran yang sangat besar dalam mengembangkan pendidikan Islam klasik serta berpartisipasi dalam mewarnai corak perkembangan dunia pendidikan Islam. Ia memiliki kemampuan dalam melontarkan ide-ide dan gagasan pembaharauan yang mudah dicerna dan dipahami serta dikonsumsi oleh masyarakat luas. Pola pemikiran al-Qabisi lebih tertuju pada pengembangan-pengembangan dari berbagai sudut pandang. Terlihat pada pemikirannya tentang anak didik bahwa bercampurnya antara anak didik laki-laki dan perempuan bisa dengan mudah merusak atau memperngaruhi psikologi anak didik lainnya. Demikian halnya dengan pemikirannya tentang pendidik yang menambah kode etik atau syarat-syarat bagi seorang pendidik. Menurutnya kurikulum pendidikan bisa saja mengalami pengembangan dan diselaraskan dengan melihat aspek kebutuhan pasar atau perkembangan zaman. Begitu juga tentang metode pendidikan menurut al-Qabisi harus diselaraskan dengan usia atau tahapan psikologi anak didik. Penelitian ini menggunakan metodologi literasi dengan mengmbil referensi dari beberapa buku yang berkaitan dengan pemikiran al-Qabisi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEEMBELAJARAN (Kajian Tafsir dan Hadits Tarbawi) Ahmad Hufron
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2021): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v13i2.220

Abstract

Media pembelajaran merupakan seperangkat alat yang dapat menyampaikan pesan-pesan dalam proses pembelajaran, dari penyampai pesan (pendidik) kepada penerima pesan (peserta didik) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Landasan penggunaan media dalam pembelajaran harus dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan penuh hikmah, agar pendidik dan peserta didik dapat menjalin komunikasi yang baik, sehingga tercipta suasana edukatif yang kondusif. Sumber media pembelajaran dapat ditemukan pada al-Qur’an dan Hadits. Media pembelajaran dalam perspektif Al-Qur’an dan al Hadits, dapat dipandang dan diklasifikasikan menjadi media audio, visual dan audio visual. Sebagai seorang pendidik, Rasulullah SAW sangat memahami media yang bersifat baik dalam menyampaikan pengetahuan kepada manusia, beliau menjelaskan suatu informasi melalui gambar agar lebih mudah dipahami dan diserap oleh akal dan jiwa.
Religious Moderation and Cyber Social Morality: An Internalization Study among Student Roikhatul Jannah; Saeful Bahri; Ahmad Hufron
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v9i2.6914

Abstract

The rapid expansion of digital interaction among university students has created new challenges for sustaining religious moderation values in online environments. This study examines the process of internalizing religious moderation values among students of the Institut Agama Islam Bakti Negara (IAIBN) Tegal and its implications for the manifestation of their social morality in cyberspace. Amid the government’s extensive efforts to strengthen religious moderation—particularly within Islamic Higher Education Institutions (PTKI)—the digital sphere has become a dominant arena of social interaction that presents unique psychological challenges. Employing a qualitative case-study approach, this research collected data through in-depth interviews, digital participatory observation (digital ethnography), and document analysis. The data were analyzed thematically by integrating the theoretical frameworks of value internalization and John Suler’s Online Disinhibition Effect. The findings reveal that the internalization of religious moderation values at IAIBN Tegal—implemented through initiatives such as the Rumah Moderasi and curriculum integration—has been largely successful at the cognitive level. However, the manifestation of these values in students’ social morality within cyberspace remains complex and ambivalent. Online disinhibition factors—such as dissociative anonymity, invisibility, and dissociative imagination—significantly shape students’ behavior, often creating discrepancies between the values they espouse and the actions they display online. These dynamics may lead to benign disinhibition (positive openness) that aligns with moderation values, or to toxic disinhibition (aggressiveness and intolerance) that contradicts them. This study concludes that value internalization is contextual rather than absolute; the situational forces of cyberspace can temporarily override internalized values. The findings underscore the urgency for developing a “Digital Moderation Literacy” curriculum within PTKI—one that goes beyond theological knowledge transfer and equips students with metacognitive skills to consciously recognize and manage the effects of online disinhibition.