Furqon Affandi
Pusat Litbang Jalan dan Jembatan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH METODE AKTIVASI ZWLOIT ALAM SEBAGAI BAHAN PENURUN TEMPERATUR CAMPURN BERASPAL HANGAT Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 1 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasalah lingkungan hidup tengah mendapat perhatian dunia, yang salah satunya ditunjukan oleh protokol Kyoto dalam mengurangi emisi gas buang. Pada produksi campuran beraspal panas, upaya pengurangan emisi gas buang bisa dilakukan dengan menurunkan temperatur campuran di AMP, sehingga bisa dihasilkan campuran yang disebut campuran be raspal hangat. Dalam upaya tersebut, telah dilakukan peneltian guna mendapatkan bahan penurun temperatur campuran beraspal yang berasal dari bahan zeloit alam yang banyak terdapat di Indonesia, tanpa menurunkan sifat-sifat teknis campuran beraspal. Metode penelitian berupa experimental di laboratoriium, dengan tiga jenis teknik aktivasi yaitu aktivasi secara fisika, aktivasi secara kimia dan aktivasi secara kimia-fisika. Dari hasil percobaan didapat bahwa metode aktivasi kimia tanpa pemanasan, telah menghasilkan cara yang paling baik, yang ditunjukan dengan penyerapan kadar air pada zeloit bias mencapai 13,77%, yaitu dua kali lebih besar dari penyerapan air maksimum yang dilakukan oleh aktivasi lainnya. Dengan metode aktivasi secara kimia ini, bisa didapat bahan zeloit yang mempunyai kemampuan efektif dan efisien dalam menurunkan temperatur campuran guna mendapatkan camuran beraspal hangat. Kata Kunci : Campuran beraspal panas, campuran beraspal hangat, aktivasi, zeloit alam, kadar air, penurunan temperatur pencampuran
PENGARUH KANDUNGAN MINERAL ASBUTON DALAM CAMPURAN BERASPAL Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAsbuton merupakan aspal alam Indonesia dengan deposit yang sudah dikenal dan dieksplorasi sejak tahun 1926 sampai sekarang. Penggunaannya sampai sekarang masih sedikit dengan jenis produksi umumnya asbuton butir yang belum memberikan hasil yang efektif, walaupun Indonesia masih menginpor aspal sebesar 50% dari keperluan nasionmalnya per tahun. Salah satu metode pengolahan asbuton dari deposit Lawele di pulau Buton, ialah dengan cara ekstraksi dimana mineral dalam kandungan asbuton aslinya dikeluarkan sebagai (asbuton semi ekstraksi) atau seluruhnya (asbuton murni). Tulisan ini menguraikan pengaruh kandungan mineral asbuton dari hasil ekstraksi baik asbuton semi ekstraksi atau asbuton murni, dilihat dari sifat aspal dan campuran beraspalnya metoda yang dipergunakan ialah eksperimental di laboratorium dilengkapi dengan telaahaan kajian dari studi pustaka. Hasil dari kajian ini menu-njukan bahwa semi ekstraksi, memberikan kinerja campuran beraspal yang setara dibandingkan dengan campuran beraspal menggunakan asbuton murni, seperti sifat volumetrik maupun kekuatannya berdasarkan pujian Marshall, dengan memperhitungkan kandungan mineral pada asbuton semi ekstraksi sebagai filler dari agregat yang dipergunakan. Selain itu pengujian aspal harus dilakukan pada asbuton yang sudah tidak mengandung mineralnya lagi, karena hasil pengujian aspal terhadap hasil asbuton semi ekstraksi akan memberikan interpretasi yang salah. Keuntungan dari pengolahan asbuton semi ekstraksi ialah mineral yang ada dalam asbuton bisa dimanfaatkan sebagai filler dalam campuran beraspal, waktu pengolahan yang lebih singkat dan biaya yang tentunya lebih murah disbanding pengolahan asbuton murni.Kata Kunci : asbuton butir, asbuton semi ekstraksi, asbuton murni mineral, mineral asbuton, filer, kinerja campuran beraspal
PENGARUH JENIS ASPAL PADA TEMPERATUR PEMADATAN BERKAITAN DENGAN WORKABILITY DARI CAMPURAN BERASPAL PANAS Neni Kusnianti; Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan bahan tambah pada campuran beraspal panas telah mengalami perkembangan baik dari sifatnya maupun kegunaannya. Hal ini berklaitan erat dengan workability campuran atau temperature pencampur maupun temperatur pemadatan yang diperlukan. Umumnya jenis aspal yang dipergunakan ialah aspal keras dengan berbagai tingkatannya, yang mana penentuan workability campurannya, didasarkan pada temperatur pencampuran dan pemadatan yang mengikuti batasan nilai viskositas aspal 170+20 cSt untuk pencampuran dan 280+30 cSt untuk pemadatan. Tulisan ini menyampaikan penelitian pengaruh bahan tambah aspal pada penentuan temperatur pemadatan atau tingkat workability campuran, melalui percobaan eksperimental di laboratorium dan evaluasi serta analisis dari hasil percobaan campuran beraspal panas untuk lapisan aus. Jenis aspal yang diteliti ialah aspal Pen 60 tanpa dan dengan bahan tambah wax 1%, aspal modifikasi elastomer tanpa dan dengan bahan tambah wax 1%, serta aspal Pen 60 yang ditambah Styrene Butadyne Styrene 4,5% dan wax 1%. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa batasan viskositas untuk penentuan temperature pencampuran dan pemadatan yang umum selama ini digunakan, tidak sesuai dengan aspal dengan bahan tambah wax. Temperature pemadatan dari campuran dengan bahan tambah wax berdasarkan rongga dalam campuran (void in mix) yang sesuai dengan spesifikasi yang digunakan, lebih rendah sebesar 30oC dari temperature berdasarkan batasan viskositas campuran aspal. Berdasarkan hal tersebut, penentuan temperature pemadatan berkaitan dengan workability campuran beraspal dengan bahan tambah, lebih baik didasarkan pada pengujian kepadatan atau temperatur pemadatan minimum yang masih bisa menghasilkan rongga dalam campuran (Void In Mix) sesuai dengan batasan Void In Mix pada spesifikasi yang dipergunakan. Kata kunci :  Viskositas, temperatur pemadatan, Void In Mix, bahan tambah, wax, workability
ANALISIS DOWEL SEBAGAIMANA PENYALURAN BEBAN PADA PERKERASAN JALAN BETON Furqon Affandi; Ida Rumkita
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkerasan jalan beton di Indonesia dimulai tahun 1985 dan penggunaannya terus berkembang, walaupun jumlahnya sampai saat ini baru sekitar 2,55% dari panjang jalan nasional termasuk jalan toll. Jenis perkerasan beton yang paling umum dipergunakan di Indonesia ialah perkerasan beton bersambung tanpa tulangan, dimana salah satu bagian penting ialah dowel sebagai penyalur beban pada sambungan antara pelat yang satu ke pelat berikutnya, karena bila ini tidak dirancang dilaksanakan dengan baik akan menimbulkan kerusakan berupa fauting, pumping, dan retak. Tulisan ini menganalisa pengaruh perubahan besaran para meter kekuatan tanah dasar, lapisan pondasi, mutu beton, dan ukuran jarak dowel, beban roda serta lebar bukaan sambungan akibat pelaksanaan lapangan atau keterbatasan kesediaan bahan dari rancangan semula, terhadap tegangan yang bekerja maupun tegangan ijin pada perkerasan tersebut. Metode yang digunakan ialah kajian analisis sensitivitas tegangan kerja, kuat tekan ijin beton disekitar dowel, faktor keamanan sambungan melalui perhitungan gaya, akibat perubahan parameter  parameter tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwan perubahan ukuran diameter dowel mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap tegangan kerja, tegangan ijin dan juga faktor keamanannya. Ukuran dowel yang lebih kecil dari 1,07 inci akan mengakibatkan kontruksi sambungan menjadi tidak aman. Kuat tekan beton yang lebih kecil dari 4000 psi akan menyebabkan sambungan tidak aman karena tegangan kerjanya lebih besar dari tegangan ijin. Lebar bukaan sambungan yang besarnya lebih dari1,25 inci akan memberikan faktor keamanan yang lebih kecil dari satu. Peningkatan beban roda yang lebih besar dari 20500 lbs akan menyebaabkan tegangan kerjanya lebih besar dari tegangan ijin, sehingga sambungan menjadi tidak aman. Perubahan nilai daya dukung tanah atau CBR sangat kecil terhadap tegangan kerja dan masih jauh dibawah tegangan ijin, sehingga pengaruh terhadap faktor keamanan sambungan sangat kecil dari hasil analisa ini. Penentuan ukuran dowel yang baku untuk semua keadaan perlu ditinjau kembali, dengan melakukan perhitungan sesuai dengan keadaan setempat.Kata kunci :  perkerasan beton, dowel, jarak antar dowel, tegangan yang bekerja, tegangan ijin, beban roda kendaraan, mutu beton, faktor keamanan
ASPAL CAMPURAN DINGIN Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1989)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal campuran dingin ialah, campuran antara aspal cair dengan agregat yang tidak dipanaskan.Bila dilihat sistem pencampurannya dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu secara plant mixed dan pencampuran dilokasi penghamparan ( road - mixed ). Aspal campuran dingin ini dapat digunakan untuk lapisan permukaan, lapis pondasi atas dan pondasi bawah sesuai dengan kondisi lalu lintasanya, disamping untuk tambahan perkerasan pada sistem pekerjaaan pemeliharaan.
DASAR DASAR PENENTUAN KALIBRASI DAN STANDARISASI ROUGHOMETER Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1989)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini dibahas prinsip dan metoda kalibrasi dari standarisasi roughometer. Macam alat roughometer ini ada beberpa buah, yaitu: Bump Integrator, NAASRA Roughometer, Towed fifth wheel bump integrator dan Mays meter 0.2 di mana asil nya sangat dipengarui oleh kecepatan pengukuran, kondisi dan jenis kendaraan yang dipergunakan, sifat dan jenis alat roughometer, sehingga mutlak diadakan kalibrasi dan standarisasi. Dan juga dibahas, alat yang dijadikan standard untuk standarisasi.
CAMPURAN GRADASI RAPAT DENGAN ASPAL EMULSI Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1990)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal emulsi bisa digunakan untuk hampir semua maksud di mana aspal cair biasanya digunakan. Keberhasilan dari aspal emulsi, menuntut pemilihan yang tepat dari tipe dan jenis untuk suatu pekerjaan yang di maksud.
PENGARUH UMUR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN DARI ASPAL EMULSI BERGRADITASI YANG TELAH DIPERIKSA DENGAN ALAT MARSHALL Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1991)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Emulsi digunakan secara luas pada kontruksi perkerasan jalan, terutama di luar negeri. Kekuatan campuran aspal emulsi, tergantung pada umur campuran itu sendiri.
Karakteristik campuran gradasi rapat dengan aspal emulsi type CSS 1h Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 7 No 3 (1991)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RINGKASAN Pada dasarnya, semua penggunaan aspal di indonesia dihasilkan dari minyak mentah (kecuali Asbuton). Aspal dibuat dalam berbagai tie dan grade mulai dari yang keras dan padat sampai yang cair sekali.