A.Tatang Dachlan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN PERANCANGAN PERKERASAN JALAN BETON PRATEGANG A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 1 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerancngan perkerasaan jalan beton prategang (pre-stressed concrete) untuk jalan raya sampai saat ini belum banyak dikembangkan secara luas di Indonesia, tetapi beberapa negara maju sudah sejak lama melakukan sejumlah eksperimen dan aplikasi untuk jalan raya. Dalam tulisan ini disajikan kajian perancangan perkerasan beton prategang untuk jalan raya yang direkomendasikan oleh The American Concrete Institut (ACI325.7R-88) peracnangan ini diaplikasikan pada tahun 2009 dalam suatu uji coba sekala penuh yaitu beton cor ditempat yang diberikan gaya prategang dengan sitem pasca tarik (post-tension). Uji coba berlokasi dijalan nasional dengan lalu lintas relatif berat diruas jalan Buntu-Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Perancangan ini dimaksudkan sebagai alternatif dalam merancang perkerasan beton prategang yang ppraktis mengikuti rekomendasi ACI 325.7R-88 disesuaikan dengan kondisi musim dan kelembabban di Indonesia dalam perhitungan diuraikan contoh menemukan lembar celah ekspansi akibat siklus temperatur dan kelembabban perkerasan beton, serta kesesuaian lendutan vertikal yang aman berdasarkan interasi tebal panel, kuat tekann beton akibat prategang, tegangan fleksuralbeton akibat curling, warping, beban lalul lintas, dan tegangan kritis akibat friksi tanah dasar. Hasil monitoring uji coba skala penuh sampai tahun pertama, menunjukan kinerja yang baik dan belum terlibat rongga dibawah slab dan masalah transfer beban. Kata Kunci : beton prategang, kuat tekan, modulus beton, perkerasan beton, prategang pasca-tarik, slab beton
KINERJA PERKERASAN JALAN BETON SEMEN DENGAN SERAT POLIMER SINTETIS A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeton semen Portland dianggap sebagai material yang relatif rapuh, karena bila mengalami tarik yang melampaui kuat tarik lentur; beton tanpa perkuatan akan retak. Beton dengan bahan tambahan serat sintetik sebagai perkerasan jalan menjadi suatu alternatif karena berdasarkan literature telah membuktikan bahwa kinerja perkerasan tersebut menunjukan keunggulannya. Uji coba skala penuh perkerasan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerjanya setelah dimonitor selama dua tahun. Hasil uji coba laboratorium dan lapangan dibandingkan dengan perkerasan jalan beton konvesional, termasuk aspek-aspek selama pelaksanaan uji coba. Hasil uji coba laboratorium menunjukan pola keruntuhan beton yang relatif lebih tahan, dapat menyerap energy lebih besar, lebih efektif digunakan pada struktur dengan luas area yang lebih besar seperti lantai jembatan dan pengerasan jalan. Hasil evaluasi lapangan menunjukan bahwa serat polomer sintetis adalah beton dapat menghambat penyebaran retak yang relatif besar, memiliki daktilitas yang sangat tinggi dan untuk struktur berbentuk slab dapat meningkatkan kapasitas lentur setelah retak awal beton. Panjang slab dapat dibuat sekitar (7-15) meter.Kata Kunci : serat polimer sintetik, beton serat, beton konvesional, daktilitas, perkerasan jalan beton, beton bertulang serat (BBS)
Pengujian Ketahanan Agregat Terhadap Bentur Dengan Alat Impact Test A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1987)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian bentur atau impact test adalah salah satu cara pengujian pada agregat sebagi bahan perkerasan jalan. Pengujian bentur ini direncanakan untuk mengevaluasi keuletan (toughness) dari agregat atau ketahanan agregat menjadi fraksi yang lebih kecil yang diakibatkan oleh beban atau benturan yang berulang sebagai simulasi dari beban bergerak pada perkerasan jalan (lalu lintas). Pengujianiini bermanfaat serta dapat dilakukan dalam waktu singkat dan bahkan dapat dilakukan di tempat pelaksanaan atau quarry batu karena peralatannya mudah dipindahkan (portable).
ALTERNATIP PENGUJIAN AGREGAT BERBUTIR HALUS UNTUK BAHAN JALAN DENGAN METODA PENGUJIAN EKIVALENSI A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1991)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian Ekivalensi Pasir dimaksudkan sebagai salah satu metoda yang cukup cepat untuk pengujian agregat berbutir atau pasir alam atau tanah dilapangan yang ditunjukan dengan sejumlah proporsi debu halus atau bahan yang menyerupai tepung.
Studi Survai Penelitian Kondisi Perkerasan Jalan untuk Penelitian Perkerasan Jalan A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menguraikan suatu studi pengembangan metode penilaian kondisi / apis permukaan ja lan, yang sejak tahun 1988 dilakukanpada penelitian perkerasanja lan, yaitu sebagai bagian dari pada program kerja sama penelitian antara Pusat Penelitian dan Pengembanga n Jalan dengan TRL (Transport and Research Laboratory), lnggris. Berbagai prosedur dan formulir standar yang te/ah ada sebelumnya dapat digunakan untuk kegiatan suatu survai dengan mencatat berbagai kerusakan dan kondisi. Tingkat ketelitian pencatatan sering ka/i erat kaitannya dengan tujuan survai, tetapi da/am beberapa ha/ diperlukan survai yang lebih detail dan mempunyai ketelitian yang lebih tinggi. Pengumpulan data pada . penelitian perkerasan yang dilaksanakan ini di/akukan sampai dengan tiga tahap, di mana bahwa dalam tiga tahap tersebut diharapkan sudah dapat memenuhi kebutuhan studi ini. Beberapa contohprosedur survai telah dipelajari. Sebagai hasilnya ada/ah telah tersusunpetunjuk survai kondisi Tahap-1, Tahap-2 dan Tahap-3, dikenal dengan PCS-1, PCS-2 dan PCS-3, sebagaimana diuraikan pada uraian selanjutnya. Disamping itu diuraikan j uga hal-hal yang berkaitan dengan pengaturan/pengorganisasian survai serta hal-hal yang dialami pada saat penerapannya. Cara pelaksanaan yang dipilih mendekati cara yang diuraikan pada TRRL Over­ seas Road Note 1, tetapi dengan penilaian bentuk kerusakan retak yang lebih mendetai/. Klasifikasi retak yang digunakan pada survai Tahap-1 ini diambil dari prosedu r yang sama dengan yang telah diterapkan pada proyek JKR-TRRL, di Malaysia. Penggunaan k/asifikasi kerusakan dan penekanan pada nilai kuantitatifnya didasarkan pada hasil pengukuran-pengukuran, dengan maksud untuk mengurangi penyimpangan penilaian sehingga dapat memperbaiki tingkat kebenaran data yang dikumpulkan. Pada survai ini tidak dilakukan upaya untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan, karena ha/ ini hanya dapat dilakukan mela/ui penyelidikan yang mendalam termasuk pengujia n struktural dan pengambilan contoh (pembuatan / ubang) serta penguasaa n pengetahuan tentang sifat-sifat bahan. Meskipun demikian, pengalaman menunjukkan bahwa dengan melihat ada atau tidak adanya kerusakan-kerusakan tertentu serta pengetahuan tentang posisi kerusakan yang terjadi, misalnya apabi/a dikaitkan dengan po/ a la/u lintas, maka terjadinya penyebab kerusakan akan mudah dapat dikenali atau diidentifikasi.
KOREKSI NILAI LENDUTAN PER - KERASAN JALAN DENGAN ALAT BENKELMAN BEAM A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 4 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosedur pengujian lendutan sesaat atau transient deflection dengana/at Benkelman Beam adalah salah satu metode pengukuran lendutan perkerasan jalan yang digunakan oleh Pusat Utbang Jalan, TRRL- lnggris dan negara - negara /ainnya. Pengukuran lendutan yang biasa digunakan adalah /endutan balik, yaitu besarnya lendutan vertikal suatu permukaan j alan akibat dihilangkannya beban. Lendutan sesaat adalah besarnyalendutan vertika/ akibat lewatnyabeban. Berbeda dengan pengukur an lendutan balik yang selama ini digunakan Bina Marga untuk salah satu tujuan penilaian struktur perkerasanjalan atau untuk tujuan perencanaan teknik perkerasan baru atau lapis tambahan di atas perkerasan lama. Pengukuran lendutan-sesaat ini lebih didasarkan pada penilaian adanya ketidak seragaman lapis perkerasan yang ada di bagian bawahnya, sehingga dengan mengukur lendutan sesaat diharapkan akan diperoleh suatu nilai lendutan yang sesuai dengan kondisi beban la/u lintas yang mela/uinya. Pada pengukuran lendutan balik, maka sedikitnya ada unsurbeban statis yang menekan titik uji sertapengukurannya relatip lebih lama dibandingkan dengan pengukuran lendutan sesaat. Dari hasil penelitian ini ternyata diper/ukan suatu cara pengukuran yang sesungguhnya perlu direvisi agar hasil-hasil pengukuran ini dapat dika/ibrasi secara lebih tepat dan dapat dilaporkan sebagai nilai lendutan perkerasan jalan yang sudah dikoreksi pada suhu standar 3SJ C.
KONDISI BAHU JALAN TERHADAP PERKERASAN DAN TINJAUAN SPESIFIKASI BAHAN A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 2 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahu jalan yang merupakan bagian dari DAMAJA (Oaerah Manfaat Jalan) berfungsi sangat penting antara lain: sebagai daerahpenahan landas pada saat kendaraan perlu berhenti darurat. sebagai syarat kebebasan samping, sebagai penunjang utama struktur perkerasan, sebagai penghubung melintang drainase sebelum mencapai saluran tepi, serta dalam keadaan tertentu sering digunakan sebagai tempat pejalan kaki dan perlengkapan pengatur lalu lintas. Bentuk bahu, kondisi bahu dan ukuran bahu akan mempengaruhi persepsi pengemudi selama menjalankan kendaraan sehingga akan mempengaruhi kapasitas jalan . Untuk mengukur sejauh mana pengaruhnya terhadap kerusakan struktur perkerasan jalan , maka dilakukan suatu penelitian terhadap bahu jalan , sedangkan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kapasitas, dilakukan perlakuan terhadap bahu jalan dengan memberikan variasi jarak rintangan terhadap tepi perkerasan sebagai simulasi lebar bahujalan yang ada. Dari hasil penilaian terhadap ruas-ruas jalan terbatas sebanyak empat lokasi tampak bahwa rata-rata perbedaan tinggi antara kedudukan tepi perkerasan jalan dengan bahujal an mempunyai kedalaman yang sangat bervariasi. Kedudukan posisi sambungan antara tepi perkerasan dengan bahu jalan selalu diperoleh perbedaan yang lebih rendah pada bahu jalan . Kerusakan bentuk sompal pada tepi perkerasan jalan disebabkan oleh perbedaan tinggi antara tepiperkerasan dengan tepi bahujalan yang cukup besar. Kerusakan sompal yang lain disebabkan oleh kondisi perkerasan yang lemah akibat adanya kerusakan terdorong (pushing). Lokasi yang menggambarkan kerusakan bahu berbentuk amblas diakibatkan oleh kondisi setempat yang di sebabkan oleh bekas galian saluran atau bekas bangunan utilitas lain yang tidak sempurna pemadatannya. Kondisi kerusakan lain masih dilakukan identifikasi sehingga diperoleh hasil yang lebihjelas . Dari hasil pengukuran kecepatan kendaraan dengan variasi rintangan pada bahu jalan be/um mendapatkan hasil yang jelas, namun dari hasil pengukuran distribusi jejak roda menunjukkan bahwa kendaraan akan cenderung mengambil arah jalan lebih ke tengah sehingga diperkirakan dapat mengurangi kebebasan samping pada kendaraan lain dari arah yang berlawanan atau kendaraan searah yang akan menyiap. Pengumpulan data tentang bahu jalan terutama untuk bahan berbutir sampai saat ini adalah merupakan hasil awal. Hasil yang lebih teruji masih memerlukan tambahan datayang lebih banyak sehingga diharapkan akan mendapatkan gambaran kinerja bahujalan yang menggunakan bahan berbutir dengan lebih baik