Siegfried Syafier
Pusat Litbang Jalan dan Jembatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKIRAAN TEBAL LAPISAN PERKERASN JALAN DENGAN METODA JARINGAN SYARAF TIRUAN TIPE RADIAL BASIS Siegfried Syafier
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Didalam system manajemen pemeliharaan jalan, kebutuhan informasi mengenai tebal lapisan perkerasan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Informasi ini digunakan terutama untuk melakukan perhitungan kekuatan structural perkerasan yang ada. Saat ini pengumpulan data tebal perkerasan ini dilakukan dengan menggunakan metoda konfensional seperti pembuatan sumur uji (sumur uji) ataupun pengambilan contoh inti (core drill). Metoda-metoda seperti ini kurang efektif terutama apabila dilakukan pada ruas-ruas jalan yang bervolume lalu lintas tinggi yang dapat mengganggu lalu lintas. Metoda lain yang sering digunakan adalah uji coba merusak (non destructive test) seperti Ground Penetrating radar (GPR), Spectral Analysis of Surface Wave (SASWE) dan jaringan syaraf tiruan (Artificial Neural Network). Metoda jaringan syaraf tiruan mengadopsi mekanisme kerja dari jaringan syaraf biologis didalam merespons suatu aktifitas. Untuk penentuan tebal lapisan perkerasan jalan dengan memanfaatkan data FWD dan metoda jaringan syaraf tiruan ini, pembuatan data pelatihan dilakukan dengan menggunakan program KENPAVE. Pendekatan prediksi tebal perkerasan menggunakan jaringan syaraf tiruan (neural network) telah memulai dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Dengan perkembangannya metoda jaringan syaraf buatan dimana salah satu metoda terbarunya adalah radial basis, makalah ini akan mencoba untuk melihat kemungkinan penggunaan metoda tipe ini untuk memprediksi tebal lapisan perkerasan dengan mengguanakan data lendutan FWD. hasil yang didapat cukup akurat dimana hasil perhitungan menggunakan metoda jaringan syaraf buatan tipe radial basis memberilkan nilai yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan hasil pengujian sumur uj. Untuk perkiraan tebal lapisan aspal error yang didapat adalah sebesar 6.5% dan 10.8% untuk lokasi Jatibarang dan Jagorawi. Sedangkan untuk perkiraan tebal granular error yang didapat adalah 8.9% dan 6.3% untuk lokasi yang sama. Kata kunci : jaringan syaraf buatan tipe radial basis, lendutan FWD, tebal lapisan perkerasan, uji tidak merusak, lalu lintas tinggi
PENENTUAN LUAS RETAK MEMANJANG DAN MELINTANG PERMUKAAN JALAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMROSESAN CITRA DIGITAL Siegfried Syafier
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 2 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKInformasi mengenai luas retak permukaan jalan merupakan salah satu oarameter utama dalam system manajemen pemeliharaan jalan. Besaran luas retak permukaan ini merupakan salah satu factor yang menentukan dalam menghitung kebutuhan perbaikan dan juga digunakan untuk penentuan tingkatan kondisi jalan. Metoda konvensional untuk survey kerusakan ini biasanya dilakukan dengan perjalan kaki dimna surveyour mencatat luas retak yang ditemui pada lokasi tertentu. Saat ini dengan berkembangnya pengetahuan mengenai teknologi kamera digital dan juga kemajuan ilmu computer, tipe survei bergesar dari manual menjadi otomatis dengan pemanfaatan kamera agar supaya menjadi lebih cepat dan lebih akurat. Kamera yang digunakan adalah tipe kamera digital dengan resolusi sedang sampai tinggi. Pemrosesan citra digital digunakan sebagai dasar dalam menganalisis citra foto yang dikumpulkan. Langkah-langkah yang dilakukan mencangkup pemrosesan awal, penentuan batasan antara citra retak dan latar belakang serta perhitungan luas retak. Pemrosesan awal mencakup kompresi ukuran citra foto serta konversi menjadi format hitam putih. Predksi batasan menggunakan metode bounding box. Dari ketiga citra foto digital yang di analisis didapat kesimpulan bahawa penggunaan metoda pemrosesan citra digital bisa diterima seperti terlihat dari hasil perhitungan luas retak yang dihasilkan. Kata kunci : pemrosesan citra digital, luas retak permukaan jalan, sistem manajemen, pemeliharaan jalan, survei kekerasan, bounding box